Sekitar 300 orang dari fam keturunan Portugis berkumpul dalam acara Mandi-mandi di rumah keluarga Yunus Quiko. Mereka saling mencoreng muka dengan bedak cair warna coklat muda sebagai simbol untuk saling memaafkan. Tak hanya orang tua tetapi anak kecil juga ikut bercoreng muka dan minum bir bersama sebagai tradisi mereka sejak dulu.
Seperti dikatakan Estrelita Quiko (58) kepada Kompas.com di sela acara Mandi-mandi (bahasa Portugis: saling memaafkan), di rumah keluarga Yunus Quiko, kompleks kampung Tugu, Semper Barat, Jakarta, Minggu (4/1).
“Inilah tradisi keturunan Portugis sejak dulu, tujuannya sebagai disampaikan oleh nenek moyang kami, supaya tidak ada permusuhan di antara keluarga Tugu. Mencoreng muka ini dimulai dari generasi tua ke generasi yang lebih muda lalu saling mencoreng muka antara semuanya,” ujar Estrelita.
Beberapa generasi tua yang mengoles bedak pertama kali yakni Heine Michiels, Mely Andries, Rudy Andries, Lukas Megatadoea Michiels, Anes Abrahams, Deetje Sepang Quiko. Setelah itu, generasi di bawah mereka saling mencoreng muka, bahkan beberapa wartawan juga ikut dicoreng muka oleh warga kampung Tugu.
Sebelumnya, mereka mengikuti kebaktian pergantian Tahun Baru dan makan siang. Prosesi mencoreng bedak dimulai sekitar pukul 14.30 WIB dan saat ini masih berlangsung dilanjut dengan acara bernyanyi bersama dan minum bir.

