Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:28 WIB
Gara-gara Cemburu, Telinga Sampai Putus
Adi Sucipto | Minggu, 4 Januari 2009 | 16:41 WIB
|
Share:

TUBAN, MINGGU - Telinga kiri Gemi (35), seorang ibu rumah tangga di Desa Sekardadi, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban putus akibat berduel dengan tetangganya Warsi (30) Sabtu (3/1) lalu. Gemi mengajak Warsi berkelahi karena 'dibakar' cemburu setelah mendengar kabar kalau janda tersebut berselingkuh dengan suaminya, Tono.

Hingga Minggu (4/1) sore, Gemi masih dirawat di RSUD dr R Koesma Tuban. Gemi merasa jengkel dan hatinya panas niatnya membicarakan soal perselingkuhan dengan baik-baik ditanggapi dingin Tono maupun Warsi.

Sementara kepada penyidik Kepolisian Sektor Jenu, Warsi balik menuduh Gemi yang membuat gara-gara dan memicu masalah. Dia berupaya tidak menanggapi tudingan Gemi. Pada Sabtu lalu Warsi berpapasan dengan Gemi di jalan saat dirinya naik sepeda motor. Gemi memintanya berhenti dan melabraknya, kemudian keduanya pun cek-cok mulut.

Dari cek-cok mulut yang makin memanas berakhir dengan duel. Gemi mengajak Warsi berkelahi di tengah sawah agar tidak terlihat orang. Keduanya pun bergulat. Akhirnya telinga kiri Gemi pun putus.

"Saya gigit kupingnya, saya tetap tidak dilepaskan, ya akhirnya saya gigit terus sampai putus," kata Gemi.

Kepala Unit Reserser dan Kriminal Polsek Jenu Ajun Inspektur Satu Ahmad Bisri mengatakan Warsi ditetapkan sebagai tersangka. Dia terancam hukuman pidana maksimal lima tahun penjara karena terbukti melanggar 351 ayat 2 Kitab Undang-undang Hukum Pidana yakni melakukan penganiayaan hingga mengakibatkan luka berat.