SAMARINDA, MINGGU - Sungai Mahakam meluap karena hujan mengakibatkan sekitar 2.000 keluarga di empat kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, kebanjiran. Sebelumnya, sekitar 50 keluarga terpaksa mengungsi akibat permukiman diterjang banjir sejak pertengahan Desember 2008 lalu.
"Empat kecamatan yang kebanjiran adalah Muara Kaman, Muara Muntai, Kotabangun, dan Sebulu," kata Penjabat Bupati Kutai Kartanegara Sjachruddin saat dihubungi pada Minggu (4/1). Guna meringankan penderitaan korban banjir, pemerintah menyalurkan beras, gula, minyak goreng, mi instan, obat-obatan, dan tenda plastik.
Menurut Sjachruddin, ratusan siswa SD, SLTP, dan SLTA dari belasan sekolah yang kebanjiran terpaksa diliburkan. Namun, bila masih memungkinkan, guru-guru diminta tetap melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar meski dalam tenda-tenda darurat.
Sekretaris Kecamatan Muara Kaman Izran Noor yang dihubu ngi terpisah mengatakan 50 keluarga yang mengungsi adalah warganya. K etinggian banjir di Muara Kaman sekitar 1,5 meter sampai 2,5 meter. "Pertengahan Desember lalu, permukaan air sungai naik beberapa sentimeter saja, tetapi terus meninggi hingga kondisi sekarang," katanya.
