JAKARTA, MINGGU — Sosok Jusuf Kalla (JK) memberi pengaruh besar dan kuat terhadap Partai Golkar. Sayangnya yang memilih JK terlalu sedikit, hanya 2 persen dari 2.200 orang. Hal ini membuat sosok JK tidak dapat mendongkrak perolehan suara Partai Golkar. Demikian menurut penelitian Lembaga Survei Indonesia (LSI) Desember 2008 lalu.
"Sebab, keberhasilan JK itu dinilai satu paket dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bukan satu paket dengan Partai Golkar," ujar Direktur Eksekutif LSI Saiful Mudjani ketika memaparkan penelitiannya di Kantor LSI, Jakarta, Minggu (4/1).
Menurut dia, pola ini tidak hanya terjadi pada JK, tetapi juga pada sejumlah tokoh, seperti Hidayat Nur Wahid, Prabowo, Amien Rais, dan Wiranto. Sementara itu, LSI melihat Sultan masih kabur hubungannya dengan partai. Hanya sedikit terlihat hubungannya dengan Golkar.
