JAKARTA, MINGGU — Puncak tradisi Tahun Baru di Kampung Tugu akan digelar hari ini. Keturunan orang Portugis yang masih tersisa di daerah Semper Barat itu akan mengadakan acara yang disebut ”Mandi-mandi”. Sekitar pukul 13.00 setelah mengikuti ibadah hari Minggu di Gereja Tugu, mereka akan berkumpul di rumah salah satu sanak famili Yunus Quiko untuk mengikuti tradisi tersebut.
Menurut salah satu warga Kampung Tugu, Arthur Michiels, kepada Kompas.com, pagi ini, acara tersebut diadakan setiap pergantian tahun yang dimulai dengan saling mencoreng bedak warna putih antara anggota fam.
”Mencoreng bedak dari generasi tua ke generasi muda atau sebaliknya ini menjadi simbol membersihkan diri dari segala kesalahan untuk memasuki tahun yang baru,” ujarnya.
Sebelumnya, tiap 1 Januari juga diadakan tradisi "Rabo-rabo" yang artinya adalah "ekor" karena penghuni rumah yang dikunjungi akan mengikuti rombongan pemain keroncong hingga rumah terakhir. Rombongan yang awalnya berangkat hanya 10-15 orang akan makin bertambah seperti mengekor panjang.
”Dalam perayaan Natal dan Tahun Baru, setelah kebaktian kami akan berziarah juga di kompleks pemakaman samping Gereja Tugu. Setelah itu baru 'Rabo-rabo', yakni bermain musik keliling mengunjungi beberapa fam. Nah, puncak perayaannya ya pada 'Mandi-mandi' yang juga akan diselingi dengan bermusik bersama,” kata Arthur yang juga menjadi koordinator kelompok musik Keroncong Tugu ini.
