ABU DHABI, MINGGU - Andy Murray menyempurnakan kesuksesannya di awal tahun 2009 ini. Petenis Inggris Raya tersebut menjadi juara Capitala World Tennis Championship usai mengempaskan Rafael Nadal 6-4 5-7 6-3 pada partai final yang berlangsung Sabtu (3/1) malam waktu setempat di Abu Dhabi.
Keberhasilan dalam turnamen eksibisi tersebut tak hanya membuat Murray mendapat hadiah uang 250 ribu dolar AS (sekitar Rp 2,770 miliar). Namun lebih dari itu, dia mulai menebar ancaman kepada semua lawannya bahwa tahun ini bakal menjadi miliknya.
Ya, untuk merengkuh gelar tersebut Murray melewati perjuangan yang sangat berat. Petenis peringkat empat dunia tersebut lebih dulu menaklukkan peringkat dua dunia, Roger Federer, sebelum bertemu Nadal yang kini menjadi pemain nomor satu.
Kini, Murray konsentrasi menghadapi Australia Terbuka yang mulai bergulir 19 Januari nanti. Trofi tersebut menjadi modal yang sangat berharga untuk mengawali perjuangannya menyabet gelar pertama Grand Slam.
"Sekarang saya mengincar gelar Grand Slam pada tahun ini. Kemenangan ini menjadi langkah yang sangat bagus sebelum saya berangkat ke Australia, karena selama ikut turnamen ini saya belum pernah melewati putaran keempat," ungkap Murray usai pertandingan.
"Saya telah berlatih keras selama masa liburan. Dan, kemenangan yang diraih dalam tiga hari ini memberikan saya kepercayaan diri yang sangat tinggi," tambah finalis AS Terbuka tahun lalu tersebut.
Kemenangan ini membuat Murray bisa memperbaiki rekornya melawan Nadal. Dalam enam pertemuan sebelumnya, dia hanya bisa menang satu kali yakni pada semifinal AS Terbuka bulan September lalu.
Sementara itu, Nadal yang selama tahun 2008 bermain sebanyak 111 pertandingan tak terlalu kecewa dengan kegagalannya. Petenis Spanyol yang gagal memperkuat negaranya di final Piala Davis melawan Argentina pada bulan November, karena cedera lutut, mengaku puas karena performanya mulai meningkat.
"Tiga hari yang menakjubkan. Saya rasa saya bermain bagus, namun Andy lebih bagus lagi. Dia terus menunjukkan penampilan yang hebat dalam empat bulan terakhir dan dia punya peluang besar untuk menang di Australia. Bagi saya, ini merupakan ujian yang bagus. Bermain 2 jam, 45 menit pada level terbaik adalah hal yang bagus. Saya bisa melupakan cedera lutut. Kini saya siap menghadapi tahun ini," pungkas petenis dengan julukan "raja tanah liat" tersebut. (AP/LOU)
