Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 22:53 WIB
Demi Sultan, Napak Tilas Sultan Agung
| Sabtu, 3 Januari 2009 | 21:00 WIB
|
Share:

YOGYAKARTA, SABTU - Lima warga masyarakat dari Kabupaten Bantul yang berjalan kaki dari Yogyakarta menuju Jakarta sejak tanggal 11 Desember 2008 lalu, akan sampai di Jakarta tanggal 5 Januari 2009 ini. Kelima warga Bantul ini sengaja jalan kaki Yogya-Jakarta untuk mensosialisasikan  pecalonan Sultan Hamengku Buwono X sebagai presiden dalam Pemilui 2009 nanti. Selain itu mereka juga  mendesak pemerintah agar segera mengesahkan RUU Keistimewaan DIY yang sekarang belum pasti nasibnya.

Kelima warga itu adalah M Ariesman Hadisuseno, Cipto Suwarno, Sarjio, Subardi dan seorang perempuan bernama Ratna Wuryaningsih. Di Jakarta tanggal 5 Januari nanti, mereka akan diterima Sultan HB X  di Jalan Suwiryo no 37 Jakarta , jam 10.00 pagi.

Selain itu mereka juga akan disambut massa dari Merti Nusantara wilayah DKI. Merti Nusantara adalah gerakan moral yang mendukung Sultan HB X sebagai calon presiden dalam Pemilu 2009. Sultan menerima Arisman dkk untuk menyampaikan terima kasih atas dukungannya sebagai calon presiden.

Kelima warga Bantul yang nekat jalan kaki Yogya-Jakarta itu adalah anggota Paguyuban 21, gabungan sejumlah perangkat desa dan kelompok elemen masyarakat di Kabupaten Bantul.

Menurut Arisman, aksi nekat jalan kaki itu akan melewati 33 kota di sepanjang Pulau Jawa, sebelum nantinya berakhir di Jakarta. Rute yang ditempuh, katanya, merupakan napak tilas perjalanan Sultan Agung ketika menyerang Belanda di Batavia (1628-1629).

Selama menjalani napak tilas, mereka mengaku hanya berbekal baju ganti dan celana, tas, matras tidur, serta gula jawa. “Gula jawa buat menambah stamina,” jelasnya.

Tampak pula mereka mengenakan kaus bergambar Sri Sultan, topi ranger dan menenteng satu bendera Merah Putih. Aksi Paguyuban 21 itu menarik perhatian sejumlah warga di sepanjang jalan rute yang mereka lewati. (Sulistyawan)