Firmansyah Budi Prasetyo: Selamat Memasuki Tahun Singkong (1) - Kompas.com

Firmansyah Budi Prasetyo: Selamat Memasuki Tahun Singkong (1)

Kompas.com - 03/01/2009, 11:43 WIB

Ada yang bilang tahun 2009 tahun pemilu karena bakal ada pemilu legislatif dan pemilihan presiden. Sebagian lagi menyatakan tahun ini sulit karena kondisi ekonomi yang sulit. Tapi apa pun kata orang, Firmansyah Budi Prasetyo menyambut tahun 2009 dengan semangat baru dan harapan baru. Dia pun menyebut tahun 2009 tahun singkong. Kenapa?

"Kalau tahun 2008 saya baru mempunyai sekitar 50 outlet di Jabodetabek, tahun depan ditargetkan bisa bertambah menjadi 100 outlet. Kata orang, tahun depan tahun krisis, tapi saya optimistis krisis merupakan peluang bagi saya. Dengan banyaknya orang yang di-PHK, berarti makin banyak orang yang ingin buka usaha mandiri,” ujar Firmansyah Budi Prasetyo (26), pemilik usaha Tela KreZZ, Jumat (26/12) lalu.

Kalau Firmansyah rada enteng dalam menyikapi keadaan, itu terkait dengan usianya yang masih muda. Salah satu finalis Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2008 yang berwajah baby face ini memang suka bercanda. Tapi, bukan berarti dia tidak bisa serius. Buktinya, dalam dua tahun dia bisa mengembangkan jaringan usaha penjualan makanan berbahan singkong sampai sekitar 700 outlet Tela KreZZ. Tidak main-main dia mengisi celah pasar di sejumlah kota besar di Jawa dan Sumatera.

Bukti lain dia seorang pemuda yang serius dan bertanggung jawab adalah keberaniannya memutuskan menjadi wirausahawan dan bukan menjadi birokrat. Padahal untuk ukuran Firmansyah, peluangnya menjadi birokrat lebih terbuka. Setidaknya karena dia lulus cum laude dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada tahun 2006.

Awalnya, orangtuanya juga kurang setuju Firmansyah menjadi pengusaha. Namun, Firmansyah mantap dengan bisnis Tela KreZZ. Ia yakin makanan yang diolah dari singkong itu akan mendapat tempat di hati masyarakat.

Dikatakannya, orang yang kena PHK dan ingin mempunyai usaha sendiri, cocok mengembangkan usaha tersebut. Di samping investasinya tidak besar, hanya sekitar Rp 4 juta sampai Rp 4,5 juta (gerobak), bahan bakunya yang berupa singkong sangat mudah diperoleh dan terjangkau harganya.

”Sebenarnya mitra usaha saya sudah banyak di Jakarta, Bekasi dan Depok, tapi karena bentuknya gerobak, jadi tidak begitu kelihatan,” ujar Firmansyah meyakinkan.

Gaet Tukul Arwana

Untuk lebih mengangkat brand Tela KreZZ dan makanan singkong ke tengah-tengah masyarakat, Firmansyah membuat terobosan dengan menjadikan pelawak top Tukul Arwana sebagai Duta Tela KreZZ sejak bulan Desember 2008. Tukul dipilih karena image-nya dianggap pas dengan strategi pengembangan bisnis Tela KreZZ.

Dikatakan, untuk maju di masa penuh tantangan seperti saat ini, masyarakat perlu diajak lebih mengenali potensi dirinya. Demikian pula dalam bisnis. Kenapa untuk memulai bisnis tidak dimulai dari hal-hal yang sudah ada dan bahan bakunya banyak di sekitar kita. Singkong, misalnya.

Orang seringkali melecehkannya sebagai makanan kampung. Padahal, singkong jika diolah dengan cara yang baik dan kreatif, bisa menjadi makanan sehat, bergengsi, dan bisnisnya bisa menghasilkan uang. Itulah falsafah bisnis Tela KreZZ. Image Tukul juga demikian. Dia sendiri sering menyebut dirinya wong ndeso dengan rezeki kota.

Sebenarnya hal yang menarik dicatat adalah keberanian Firmansyah untuk berpikir besar dan mengambil langkah besar. Meski tergolong pengusaha pemula dan masih sekelas UKM, anak sulung keluarga Prastawahardja dan Ny Fadjri Budi Rahayu (alm) ini tidak ragu berkolaborasi dengan pelawak dengan nama besar. Itu menunjukkan fokus dan komitmennya tinggi.

Balik modal

Menurut Firmansyah, meski bisnis Tela KreZZ hanya memakai gerobak, tetapi tetap memiliki potensi untuk menjadi mesin uang. Kalau dikelola dengan baik dan lokasinya tepat, omzetnya bisa mencapai Rp 300.000 sampai Rp 600.000 per hari. Hal itu, misalnya, berkembang di jalan akses masuk Universitas Indonesia (UI) Depok dan di salah satu tempat di wilayah Jakarta Utara.

”Kalau tiap hari bisa menjual 50 bungkus dengan harga Rp 3.000 per bungkus, investor sudah bisa balik modal dalam waktu tiga bulan. Simpel saja,” ujar Firmansyah yang mengaku membidik para korban PHK untuk diajak bergabung dengan Tela KreZZ.

Gebrakan Firmansyah tidak berhenti di situ. Dia juga akan membuat terobosan lain untuk memopulerkan bisnisnya. Saat ini, katanya, dia sedang merancang konsep marketing untuk menggebrak pasar. Antara lain dengan mencetak rekor versi Museum Rekor Indonesia (Muri).

Untuk menjaga semangat mitranya mengembangkan bisnis, Firmansyah juga melakukan pembinaan dan memberikan apresiasi kepada mereka yang bekerja baik. Misalnya, menyediakan hadiah telepon seluler bagi mitra usahanya yang mampu meraih omzet tertentu dan konsisten. ”Jangan angin-anginan,” tambahnya.

Firmansyah menyebut tahun depan sebagai tahun singkong. Tampaknya yang sedang dilakukan anak muda ini adalah memberi makna lebih dalam menyambut tahun 2009. Dia ingin mempunyai semangat baru, mengenali diri sendiri lebih dalam dan tidak mau berhenti berkreasi.

Editor

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM