MEDAN, JUMAT - Berbagai kelompok organisasi massa Islam di Medan secara serentak menggelar unjuk rasa mengecam tindakan biadab Israel menyerang warga sipil di Jalur Gaza Palestina. Mereka juga mengutuk sikap Amerika Serikat yang dituding membela tindakan negara Zionis tersebut.
Konsentrasi massa sudah terjadi sejak pukul 10.00 di halaman Masjid Agung, Jalan Diponegoro Medan. Kelompok massa yang pertama datang adalah Ikatan Pemuda Ahlul Bait Indonesia. Mereka bertahan di halaman Masjid Agung hingga masuk waktu Sholat Jumat sekitar pukul 12.30.
Seusai Sholat Jumat konsentrasi massa di halaman Masjid Agung bertambah banyak. Massa bahkan meluber hingga ke Jalan Diponegoro, tempat sebuah mobil pick up yang mengangkut sound system diparkir. Mobil tersebut juga digunakan, aktivis kelompok massa Islam bergantian berorasi mengutuk tindakan biadab Israel dan dukungan Palestina.
Berbagai organisasi massa Islam seperti Front Pembela Islam (FPI), Forum Umat Islam (FUI) Sumut, Brigade Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, hingga aktivis partai politik seperti dari Partai Bulan Bintang, berkumpul di halaman Masjid Agung. Orasi yang dilakukan di halaman Masjid Agung mengecam kebrutalan Israel dan dukungan AS.
Salah seorang koordinator aksi Ahmad Daud meneriakkan apa yang dilakukan Israel saat ini adalah tindakan terror terhadap umat Muslim Palestina. "Jika membela kaum Muslim di Palestina disamakan dengan teroris, maka saya bangga disebut sebagai teroris," ujar Ahmad.
Selain mengutuk tindakan brutal Israel dan dukungan AS, Ahmad dan orator lainnya mengecam tidak adanya aksi langsung dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), negara-negara Arab dan organisasi negara Islam seperti Liga Arab dan Organisasi Konferensi Islam (OKI). "Kita sudah tak bisa lagi berharap dari PBB, OKI dan Liga Arab. Kita harus bertindak sendiri menghadapi Israel," katanya.
Beberapa organisasi massa Islam seperti FPI memang membuka lowongan relawan, baik relawan kemanusiaan sampai relawan untuk bertempur membantu warga Palestina menghadapi agresi Israel.
Setelah berorasi di halaman Masjid Agung, massa melanjutkan aksi dengan melakukan long march melalui Jalan Diponegoro, Jalan KH Zainul Arifin, Jalan Cik di Tiro, Jalan Juanda dan berakhir di kediaman Konsul Jendral Amerika Serikat (AS) Sean B Stein di Jalan Wali Kota.
Di depan kediaman Konjen AS, massa sudah ditunggu oleh ratusan aparat dari Poltabes Medan. Barikade puluhan polisi wanita (polwan) sudah menghadang massa tepat di depan pagar kediaman Konjen AS. Puluhan polwan ini secara simpatik menjaga unjuk rasa berjalan tertib. Sementara di sekitar titik berkumpulnya pengunjuk rasa, sebuah kendaraan taktis (rantis) milik Satuan Gegana Brimob Polda Sumut dan dua buah truk pengangkut personel disiagakan.
Kapoltabes Medan Kombes Aton Suhartono bersama Kapolsek Medan Baru AKP Sugeng Riyadi turun langsung mengamankan jalannya unjuk rasa. Unjuk rasa pertama organisasi massa Islam di Medan yang mengecam agresi Israel dengan jumlah massa cukup besar ini, juga langsung dipantau Kapospol BIN Sumut Brigjen Haris dan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Baharuddin Jafar.
Menurut Aton, selama lima hari terakhir agresi Israel , Poltabes Medan setiap hari menerima permohonan izin aksi solidaritas untuk Bangsa Palestina. Aton mengungkapkan, hampir dua pertiga kekuatan personel Poltabes Medan disiapkan mengamankan berbagai unjuk rasa ini. "Ada tiga titik penting yang kami amankan, di antaranya kediaman Konjen AS dan kantor Konjen AS di Gedung Uniland. Selain itu, kantor konsul negara-negara sahabat juga ikut kami tingkatkan keamanannya," kata Aton.
