Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:47 WIB
Tahun Ini Telkom Pasang Telepon di Pulau Nipah dan Sekatung
Tri Wahono | Jumat, 2 Januari 2009 | 17:30 WIB
|
Share:

KOMPAS/ARYO WISANGGENI G
Seorang warga Desa Rinding Allo, Limbong, Luwu Utara, Sulawesi Selatan, memanfaatkan jaringan Telkomsel yang baru dipasang di desa itu.

MEDAN, JUMAT — Telkom Sumatera tahun 2009 akan memperluas pemasangan fasilitas telepon (fastel) sedikitnya di dua pulau terluar.

"Dua pulau terluar yang direncanakan dipasangi fastel lagi, Pulau Nipah di Kepulauan Riau yang berbatasan dengan Singapura dan Sekatung berbatasan dengan Vietnam," kata Executive General Manager Telkom Sumatera Muhammad Awaluddin di Medan, Jumat.

Sebelumnya, dua pulau terluar yang sudah dipasang fastel itu masing-masing Pulau Rondo, Sabang, Aceh, yang berbatasan langsung dengan India dan Thailand, dan Pulau Berhala yang berbatasan dengan Malaysia.

"Pembangunan fastel di pulau-pulau terluar merupakan bukti nyata komitmen Telkom ikut mengawal keutuhan wilayah Indonesia," kata Awaluddin.

Selain Nipah dan Sekatung, Telkom masih akan terus membangun fastel di pulau-pulau terluar yang jumlahnya masih cukup banyak di Sumatera. Dari 92 pulau terluar di Indonesia, 12 pulau di antaranya berbatasan langsung dengan negara lain, sebanyak 34 ada di Sumatera atau di empat pulau berbatasan langsung dengan negara asing.

Sebanyak empat pulau di Sumatera yang berbatasan langsung dengan negara lain itu adalah Pulau Berhala, Rondo, dan Nipah yang berbatasan dengan Singapura, serta Sekatung berbatasan dengan Vietnam.

"Telkom berharap fastel di Berhala dan Rondo dan menyusul di Nipah dan Sekatung, akan membantu upaya dan kinerja TNI-AL mengamankan pulau terluar yang rawan konflik kepentingan dengan negara yang berbatasan," katanya.

Sebelum Pulau Rondo dan Berhala, sebelumnya Telkom juga sudah membangun fastel di beberapa kepulauan seperti Pulau Simelue, Aceh, Pulau Nias, Sumut, dan gugusan Pulau Mentawai, Sumatera Barat, dan Pulau Natuna Kepulauan Riau. Keberhasilan Telkom membangun fastel di Pulau Rondo dengan menggunakan layanan fixed wireless access (FWA) juga cukup menggembirakan karena manajemen berhasil menunjukkan bagusnya sinyal Flexi di wilayah yang cukup jauh.

Dia mengakui, pembangunan fastel di pulau-pulau terluar merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility) dan termasuk untuk mewujudkan impian Telkom Sumatera menjadikan Pulau Sumatera sebagai pulau digital.
Sama dengan di Berhala dan di Pulau Rondo, pembangunan fastel di dua pulau terluar pada tahun depan direncanakan melayani sekaligus tiga layanan yakni telepon, faksimile, dan internet plus web cam (audio-video).

Komandan Lantamal I Laksamana Pertama TNI Arie Sembiring mengakui fastel di Berhala dan Rondo yang dibangun Telkom sangat membantu tugas TNI-AL untuk mengamankan pulau terluar itu. Bukan hanya bisa menghemat biaya operasional komunikasi yang selama ini melalui radio, fastel itu juga semakin memperlancar komunikasi sehingga keamanan dipastikan semakin terjaga.

Sumber :
Antara