Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:47 WIB
Peringkat Eskpor Mebel Indonesia Terus Turun
Dwi Bayu Radius | Kamis, 1 Januari 2009 | 18:06 WIB
|
Share:

KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Pengunjung melihat ragam furnitur dari kayu jati bekas yang dipamerkan di Jakarta Convention Center, Sabtu (7/6). Furnitur asal Yogyakarta, antara lain tempat tidur, dijual dengan harga Rp 4,5 juta per unit.

TERKAIT:

 

BANDUNG, KAMIS- Indonesia saat ini hanya berada pada peringkat ke-14 dalam perolehan nilai ekspor mebel dunia sebesar 200 miliar dollar AS per tahun. Posisi itu terus turun dibandingkan tiga tahun lalu pada peringkat delapan.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Mebel dan Kerajinan Rotan Indonesia Abdul Sobur di Bandung, Kamis (1/1), mengatakan, nilai ekspor Indonesia sekitar 1,8 miliar per tahun atau berada dibawah China, Vietnam, dan Malaysia. Sebanyak 350 juta dollar di antaranya adalah nilai ekspor mebel rotan.

Ekspor rotan mentah yang dibuka sejak tahun 2005 memengaruhi nilai penjualan mebel ke luar negeri. Nilai ekspor rotan terus turun. Angka pada tahun 2005 sekitar 347 juta dollar AS, turun pada 2006 dan 2007 masing-masing menjadi 343 juta dollar AS dan 319 juta dollar AS.

"Maka, ekspor rotan mentah perlu dihentikan karena menyebabkan pasar dunia semakin didominasi industri pesaing di luar negeri. Ekspor menjadi peluru bagi industri luar negeri untuk membunuh perajin lokal. Ironisnya, di dalam negeri sendiri rotan mentah menjadi langka," katanya.