Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:46 WIB
Mengais Rejeki di Tengah Hajatan Ancol
Hindra | Kamis, 1 Januari 2009 | 07:03 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Warga menikmati embusan angin dan ombak kecil pada malam hari di Pantai Bende, Kompleks Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Minggu (21/9). Sejumlah tempat wisata di Jakarta mempersiapkan acara yang menarik untuk memeriahkan Lebaran yang akan datang.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS  -  Hajatan rutin setiap akhir tahun di Taman Impian Jaya Ancol, ternyata tidak hanya mampu memberikan hiburan kepada masyarakat Jakarta, namun juga mendatangkan rejeki bagi sebagian pihak.  

Seperti Santur (37), pedagang roti, misalnya. Sudah dua tahun belakangan ini dia selalu menjajakan roti di Pantai Carnaval, Ancol. Menurutnya, berdagang ketika malam pergantian tahun di Ancol tidak pernah mengecewakan.

Jika sehari-hari ayah tiga anak ini hanya mampu menjual 70 bungkus roti seharga Rp 2.000 dalam sehari di sekitar kawasan Pelabuhan Tanjung Priok , khusus di malam Tahun Baru, Santur mampu menjual hingga 200 bungkus roti.  

"Sehari-hari saya dapat Rp 75.000. Tapi saat ini saya bisa dapat Rp 200.000 jika roti terjual semua," ujar pria asal Bogor ini kepada Kompas.com, Rabu (31/12) malam lalu di Pantai Carnaval, Jakarta.  

Lain lagi dengan Amin (24), pedagang cemilan bungkusan. Menurutnya, pada hari-hari biasa, Amin mengaku sulit untuk menjual 50 bungkus cemilan bungkusan, yang dihargai Rp 1.000 per kantong. Namun, malam ini Amin sudah berhasil menjual sekitar 100 kantong dari sek itar 130 kantong yang dibawanya. Padahal, Amin menaikkan harga dagangannya menjadi Rp 2.000 per kantong  

"Ini kesempatan. Tahun baruan di Ancol kan hanya setahun sekali," ungkap pria lajang asal Sukabumi ini polos.  

Ancol Tetap Idola Masyarakat 

Dibandingkan tempat-tempat wisata lainnya di Jakarta, Taman Impian Jaya Ancol merupakan salah satu tujuan favorit warga Jakarta, terutama menjelang akhir tahun. Irma (28), karyawati asal Kalideres ini mengaku selalu menghabiskan akhir tahun di Ancol bersama teman-temannya.  

Tiket masuknya murah. Sementara, Taman Impian Jaya Ancol punya banyak hiburan, mulai dari konser artis secara gratis, dan pantainya lumayan, ujar Irma yang larut dalam lagu-lagu yang dibawakan oleh kelompok musik Ungu, Rabu (31/12) di Pantai Carnaval.  

Sementara itu, Ika (35) mengaku kerap ke Ancol karena jaraknya yang tidak terlampau jauh dengan rumahnya di kawasan Gunung Sahari. Ibu satu anak ini tidak segan-segan membawa putranya yang berusia 3 tahun bermain di pantai.  

"Lagipula, anak saya juga terlihat senang banget di Ancol," ujarnya.  

Tahun ini, Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Budi Karya Samadi mengatakan, sekitar 13,5 juta pengunjung memadati Taman Impian Jaya Ancol . Tahun depan, pengelola Taman Impian Jaya Ancol menargetkan penambahan pengunjung hingga 14 juta orang.