Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 19:22 WIB
Tak Sabar Menanti Hari Esok
| Rabu, 31 Desember 2008 | 14:41 WIB
|
Share:

ilustrasi/Jan Mintaraga

Menarik, asyik sudah tentu pasti. Alur yang senantiasa membuat pembaca tidak sabar menanti hari esok, hanya untuk membuka internet. Penulis amat mahir memainkan emosi pembaca. Pertama, saya kagum pada karya bung Esha. Kedua, pengin Ali Topan temukan tujuan hidupnya. Jadi tulisan Esha musti lanjut, tidak tamat hanya karena Ali Topan dijemput polisi.

Cara belajar Ali Topan amat logis. Gaya hebat untuk melahap ilmu. Idealis sekaligus urakan, tapi anak muda musti dimaklumi. Namun yang harus dipastikan, anak muda harus punya sandaran pemikiran dan kedewasaan, seperti Ali Topan ini.

Beberapa toko buku termasuk Gramedia Banjarmasin, tidak punya stok novel ini. Saya harap akan mendapatkan karya aslinya suatu saat nanti. Maklum, ketika novel itu booming pada masanya, saya hanya dapat cerita dari orang tua.

Terima kasih Kompas, dan pengasuh rubrik yang telah mengaupdate kisah Ali Topan. Edisi selanjutnya, saya tunggu!

 

Thanks & Best Regards,

Kadarisman
Home: Jl ULin NO 10 Palangka Raya Kalimantan Tengah
Office: Dahai Office PT Adaro Indonesia, Desa Dahai Kabupaten Balangan Kalimantan Selatan