JAKARTA, SELASA — Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Megawati diprediksi menjadi calon kuat yang kembali akan bertarung pada Pemilu Presiden 2009.
Di luar itu, banyak analisis menyatakan sulit memunculkan calon lain, lebih dari satu nama di luar SBY dan Megawati. Direktur Eksekutif Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis Husin Yazid mengatakan, hambatan waktu dan beratnya persyaratan mengusung capres membuat kemustahilan muncul banyak nama capres.
Hal ini, menurutnya, membuat calon-calon wakil presiden memiliki nilai jual tinggi dan menentukan siapa capres terpilih. "Dari sisi waktu yang hanya tersisa 6 bulan, tidak mungkin memunculkan calon baru. Karenanya, nilai jual wakil semakin tinggi. Calon wakil presidenlah yang menentukan presiden bisa menang," kata Husin di sela-sela refleksi akhir tahun di Jakarta, Selasa (30/12).
Para capres yang akan bertarung, dikatakan Husin, harus memerhatikan tingkat elektabilitas calon wakil presiden yang dibidiknya. Pengamat politik Syamsuddin Harris juga menyatakan hal yang hampir sama. Menebak siapa capres yang akan bertarung, menurutnya, sudah ditemukan jawabannya.
Sementara itu, mengenai siapa saja kandidat cawapres, belum banyak diangkat media hingga saat ini. "Padahal, cawapres juga akan menentukan, terutama untuk tingkat popularitas pasangan calon. Tapi, mungkin selama ini orang masih beranggapan, wapres itu hanya ban serep," ujarnya.
Di luar SBY dan Mega, ia mengharapkan satu nama lain akan benar-benar muncul. "Semoga ada 3 pasangan calon yang maju. Kalau hanya dua (SBY dan Mega), sama saja kita mengulang yang dulu lagi," kata Syamsuddin.
