SEOUL, MINGGU — Korea Selatan (Korsel), Minggu (28/12), mengumumkan rencana investasi besar untuk membangun pembangkit listrik lagi, termasuk 12 reaktor nuklir pada empat tahun mendatang, untuk memenuhi permintaan energi yang meningkat.
Rencana investasi itu akan menelan belanja 37 triliun won (28,5 miliar dollar AS) dari 2009 hingga 2022 dengan membangun 12 reaktor nuklir komersial dan 19 pembangkit listrik thermoelectric, kata Kementerian Ekonomi Korsel dalam pernyataan tertulisnya.
Kementerian itu mengatakan 12 pembangkit listrik tenaga nuklir, termasuk delapan sedang dalam proses pembangunan, akan selesai pada 2012.
Sebelas pembangkit listrik thermoelectric akan dibangun pada 2022 dengan tenaga gas alam cair (LPG), tujuh dengan tenaga batu bara dan satu dengan tenaga minyak.
Korsel yang sangat tergantung pada minyak impor, mencoba untuk mengurangi ketergantungannya pada BBM dan mendiversifikasi sumber energi seraya mengurangi emisi gas rumah kaca di tengah meningkatkan permintaan listrik di perumahan.
Negara ginseng itu saat ini memiliki 20 reaktor nuklir komersial dan 85 pembangkit listrik thermoelectric dengan tenaga batu bara, gas, dan minyak.
Pembangkit listrik nuklir mampu memenuhi 34 persen permintaan listrik negeri itu tahun ini dan dengan pembangunan reaktor baru nantinya pemenuhannya akan mencapi 48 persen pada 2022, kata Kementerian itu.
