RAMADI,JUMAT-Enam polisi Irak dan tujuh milisi Al Qaeda tewas, Jumat (26/12) ketika para anggota kelompok garis keras itu berusaha meloloskan diri dari sebuah tahanan di kantor polisi di kota Ramadi, Irak barat.
"Dalam baku tembak antara para tahanan yang berusaha melarikan diri dan polisi di kantor itu, enam polisi dan tujuh tahanan tewas," kata kepala kepolisian provinsi itu Tareq al Dulaimi.
Dulaimi menjelaskan tiga tahanan berhasil melarikan diri dan seorang ditangkap kembali. Empat polisi lainnya cedera dalam baku tembak yang terjadi pukul 02:00 waktu setempat di kantor polisi Forsan di tengah kota Ramadi.
Polisi Ramadi memberlakukan jam malam di kota tersebut setelah insiden itu, kata satu sumber kementerian dalam negeri dan menambahkan tiga buronan Al Qaeda adalah "emir" atau pemimpin lokal.
Kota Ramadi yang dihuni mayoritas kelompok Sunni adalah ibukota provinsi Anbar, pangkalan penting Al Qaeda setelah pemerintah Presiden Saddam Hussein disingkirkan oleh invasi pimpinan AS tahun 2003. Tetapi sejak tahun 2006 kelompok Sunni membantu militer AS memerangi kelompok garis keras. Aksi kekerasan setiap hari menurun secara dramatis di provinsi Anbar sementara para pejuang Al Qaeda telah keluar dari wilayah itu.
