JAKARTA, JUMAT — Indonesia Corruption Watch (ICW) menyayangkan sikap Menteri Agama yang seolah bermuka dua dalam pengadaan pemondokan haji di Arab Saudi.
Pada beberapa waktu lalu, Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni meminta maaf kepada jemaah haji sambil menangis karena lokasi pemondokan yang jauhnya 9 kilometer.
"Kemarin Menag sampai nangis-nangis minta maaf, karena lokasi pemondokan yang jauh. Tapi, dua tiga hari kemudian dia langsung membuat deal dengan pengusaha di Arab Saudi. Ini kan aneh. Ini kan harusnya jelas, publik harusnya tahu siapa yang menandatangani deal ini dan kenapa dipilih pengusaha tersebut," ujar Koordinator Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW, Ade Irawan, saat mendatangi Gedung KPK, Jumat (26/12).
"Dan sepertinya kita boleh suudzon (curiga/berburuk sangka) dan saya kira kita patut suudzon atas apa yang dilakukan Menag itu," imbuhnya.
Pada 2008 ini, lanjut Ade, sebenarnya Pemerintah Arab Saudi sudah memberi peringatan kepada pemerintah Indonesia jika akan ada pemugaran. Namun, tetap saja pemerintah Indonesia memungut biaya pemondokan yang lokasinya dekat. Selain itu, uang tersebut baru diberikan setelah jemaah tiba di lokasi.
"Nah, ini menurut kami seperti ada motif cari rente," jelas Ade.
Dia juga menyayangkan tentang pengadaan keperluan dalam penyelenggaraan ibadah haji yang sangat tertutup. Bukan cuma pengadaan pemondokan, kata dia, tetapi juga katering dan obat-obatan.
"Ini yang menjadi misteri dalam penyelenggaraan ibadah haji. Itu intinya tender yang sangat tertutup yang kita kira yang tahu hanya teman-teman di Depag dan Allah SWT," tutupnya.
