DEPOK, RABU - Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta mengatakan anak-anak harus bisa memahami karakter bangsa Indonesia. "Ini perlu karena anak akan menjadi penerus generasi, sehingga harus dipersiapkan agar mempunyai karakter," kata Meutia, usai menghadiri acara Kongres Perempuan Depok 2008, dengan Tema Membangun Depok Sebagai Wahana Tumbuh Kembang Anak, di Depok, Rabu (24/12).
Ia mengatakan meskipun banyak anak Indonesia yang mampu berprestasi pada olimpiade fisika, kimia, ataupun matematika di tingkat internasional, tetapi hal tersebut belumlah cukup, sehingga perlu dididik untuk bisa memahami karakter bangsa. "Diharapkan pada masanya nanti anak bisa tanggap terhadap tantangan zaman," katanya.
Pembelajaran, menurut Meutia, sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Dengan bersosialisasi, banyak hal yang bisa mereka pelajari, seperti sikap toleransi, empati, saling berbagi dan sebagainya.
Menurut Meutia, anak-anak yang mampu bersosialisasi diharapkan akan tumbuh menjadi anak-anak yang merasa aman dan tenteram bila berada di tengah-tengah lingkungannya. "Hal ini sangat diperlukan untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak," katanya.
Meutia juga menilai banyak tempat-tempat umum yang tidak ramah terhadap anak, sehingga dikhawatirkan anak tersebut tidak dapat tumbuh dan berkembang secara baik. Ia mencontohkan banyak anak yang ketakutan ketika berada di jalan raya karena tidak ada trotoarnya. "Padahal keberadaan trotoar sangat penting untuk para pejalan kaki, sehingga akan menjadi tertib. Selain itu lampu di jalan yang gelap juga menjadi permasalahan karena mempunyai potensi bahaya bagi si anak," katanya.
Saat ini menurut dia banyak tempat di berbagai daerah, tidak ada tempat bermain bagi anak, dan juga ruang terbuka hijau yang bisa menyejukkan bagi anak. Selain itu tayangan televisi banyak juga yang tidak memperhatikan kepentingan untuk anak. "Acara-acara televisi untuk anak jangan ditayangkan pada malam hari, karena malam merupakan waktu beljar bagi anak," ujarnya.
Untuk tetap memperhatikan anak, menurut Meutia, seharusnya tempat-tempat outbond perlu diperbanyak, sehingga membuat lingkungan bisa menjadi ramah kepada anak. "Ini untuk menciptakan rasa cinta lingkungan terhadap anak," katanya.
Kementrian Pemberayaan Perempuan, lanjut Meutia, untuk lebih peduli kepada anak menjalin kerja sama dengan berbagi organisasi yang peduli terhadap anak baik internasional maupun nasional. Meutia memberikan contoh beberapa pemerintah daerah yang telah memberikan perhatian terhadap anak-anak yaitu Solo, Gorontalo, Jambi, Sidoarjo, dan Kutai Kartanegara.

