JAKARTA, RABU - Hari-hari suram dan penuh keprihatinan harus dijalani Walikota Manado Jimmy Rimba Rogy selama menjalani masa tahanan di Rutan Polrestro Jakarta Pusat. Namun, situasi ini tidak menyurutkan politisi Partai Golkar ini untuk melakukan Misa Natal meski di dalam tahanan, Rabu (24/12).
"Memang ada acara khusus untuk tahanan yang ingin menjalankan ibadah termasuk menyambut Natal bagi umat Kristiani," kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP. Namun KPK tidak mengizinkan Jimmy untuk melaksanakan ibadah di Gereja, tetapi di Rutan Polrestro Jakarta Pusat.
Pantauan Persda di Rutan Porestro Jakpus, suasana Rutan tampak biasa-biasa saja. Kondisinya pun sepi, tidak ada pohon natal atau tamu dan pihak keluarga Jimmy yang membesuk.
Kabar Ketua DPD Golkar Sulawesi Utara (Sulut) ini diizinkan keluar dan menyambangi gereja terdekat hanyalah kabar sumir. Para petugas jaga pun tampak begitu selektif ketika menerima kedatangan para tamu yang hendak membesuk terutama yang ingin membesuk Jimmy.
"Maaf pak, tidak boleh ini tahanan titipan KPK bukan wewenang kami," katanya petugas berpangkat brigadir. Namun si petugas membenarkan adanya acara Misa di Rutan tetapi tertutup untuk umum dan pers.
Sementara Kuasa Hukum Jimmy, Humprey Jemat membenarkan adanya acara khusus yang digelar di Rutan dalam rangka menyambut Natal. Hanya saja Jimmy tidak bersedia ditemui pers maupun orang luar kecuali kerabat dan keluarga dekatnya.
"KPK tidak memberikan penangguhan penahanan untuk merayakan Natal. Memang kondisi natalan Pak Jimmy sangat memprihatinkan. Apalagi kondisinya tidak sehat," kata Humprey.
Salah seorang teman dan kerabat Jimmy, Victor yang hendak membesuk pun harus bersabar menunggu setelah Natal, sebab Jimmy tidak bersedia ditemui. "Saya mengucapkan selamat Natal untuk Pak Jimmy," kata Victor.

