Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 15:19 WIB
Telusuri Rekening Liar, KPK Bentuk Tim Khusus
Rita Ayuningtyas | Selasa, 23 Desember 2008 | 16:36 WIB
|
Share:

PERSDA/BIAN HARNANSA
Antasari Azhar

TERKAIT:

JAKARTA, SELASA — Komisi Pemberantasan Korupsi akan membentuk tim khusus untuk menelusuri rekening liar di setiap departemen pada awal 2009. Setiap departemen akan dipegang oleh dua hingga tiga orang pegawai KPK.

"Januari, tim ini sudah bekerja. Kemarin saya instruksikan untuk membentuk tim khusus. Karena banyak yang harus dilihat, menyangkut rekening liar di hampir seluruh departemen. Tiap departemen, ada 2 hingga 3 orang," kata Ketua KPK Antasari Ashar dalam diskusi terbuka "Refleksi Satu Tahun KPK Jilid II" di Jakarta, Selasa (23/12).

Tim itu, lanjutnya, akan meneliti tentang rekening liar. Jika ada, KPK akan segera menutupnya. Sebab, ada indikasi dana dalam rekening tersebut tidak masuk kas negara. Untuk itu, KPK juga akan bekerja sama dengan departemen terkait guna membantu tim dalam penelitiannya. Sebab, saat ini banyak dana yang dihimpun departemen, tetapi penggunaannya tidak menyentuh langsung ke masyarakat.

Selain itu, pada 2009 KPK akan memfokuskan diri pada aliran dana bantuan luar negeri, baik yang disalurkan melalui bank dunia maupun bank lain. "Sebab, KPK melihat indikasi proyek di daerah dibiayai dua pihak," jelas Antasari.

KPK juga ingin fokus pada kasus dugaan penyalahgunaan dana Bank Likuiditas Bank Indonesia. KPK berharap ada klarifikasi dari pemerintah, mengapa sampai hari ini APBN masih dibebani BLBI.

"Selama ini yang dipermasalahkan kan aliran yang ke swasta. Padahal lebih besar dana yang mengalir ke bank pemerintah," kaat Antasari.

Sebelumnya, dana BLBI yang mengalir ke bank swasta Rp 144 triiun, sedangkan yang berada di bank pemerintah mencapai Rp 440 triliun. Oleh karena itu, Januari 2009 KPK akan mengundang Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan BUMN, untuk menjelaskan kepada KPK dan publik.