PURWAKARTA, WARTA KOTA — Kawanan perampok bersenjata tajam menjarah gudang makanan dan minuman di Jalan Raya Cibening, Bungursari, Purwakarta, Senin (22/12) dini hari. Komplotan penjahat itu bergerak leluasa setelah melumpuhkan dua petugas satpam.
Peristiwa itu terjadi kira-kira pukul 02.00. Dua petugas satpam PT Dutamas Indo itu, Iim Ibrahim (35), dan Budi (37), tak menyadari kawanan perampok telah memasuki areal pergudangan dengan cara menjebol tembok belakang.
"Saya waktu itu sedang menonton televisi di pos keamanan. Tiba-tiba datang tiga orang yang langsung menodong pakai golok. Saya kaget, padahal gerbang depan sudah saya kunci," kata Iim, kemarin.
Menurut dia, salah satu dari tiga orang pelaku itu menggertaknya serta mengancam agar diam dan tak melawan. Dirinya langsung digelandang keluar pos keamanan. Tangan dan kakinya kemudian diikat dengan kawat, mulutnya diplakban warna hitam.
"Saya dipaksa tengkurap. Mereka mengancam, 'Lamun ngalawan, hayang ka rumah sakit atawa paeh (kalau melawan, mau ke rumah sakit atau mati)," tuturnya.
Rekan kerja Iim sesama satpam, Budi, mengalami nasib sama. Para penjahat memaksa mereka berdua menunjukkan letak kantor pergudangan itu. Keduanya kemudian dikumpulkan di lantai bawah kantor pergudangan.
Dari suara langkahnya, Iim menduga perampok yang bertugas menjaga dirinya lebih dari satu orang. Setelah melumpuhkan kedua petugas satpam itu, pelaku kemudian menjarah barang-barang yang ada di dalam ruang kantor pergudangan. Ruang kantor itu terletak di lantai dua. Iim memperkirakan, perampok beraksi sekitar satu jam.
Setelah menggasak barang milik perusahaan, para perampok meninggalkan begitu saja kedua petugas satpam itu. Untuk mengangkut barang yang digasak, diduga kawanan itu menggunakan mobil yang sudah disiapkan di gerbang depan gudang tersebut.
Setelah menyadari perampok itu pergi, Iim berusaha menggigit lakban dan berteriak minta tolong. Teriakan itu didengar oleh petugas satpam RS MH Thamrin yang gedungnya bersebelahan dengan gudang tersebut.
Pulang
Yana Mulyana (47), staf Marketing PT Dutamas Indo mengatakan, saat kejadian areal pergudangan itu memang sepi. Pada hari-hari biasa terdapat sekitar 10 pekerja yang menginap di mes pergudangan itu. Namun, mereka biasanya pulang pada Sabtu-Minggu.
Yana menyebutkan, kantornya itu telah kehilangan sepuluh CPU, satu laptop, dua kompor listrik, satu DVD player, dan uang Rp 15 juta. "Yang mahal itu data-data di komputernya, juga server-nya. Kerugiannya sekitar Rp 100 juta," tuturnya.
Hasil identifikasi polisi, kawanan perampok itu lebih dulu menjebol gerbang belakang dengan linggis. Terdapat lubang berdiameter sekitar 70 cm di tembok belakang. Di lokasi kejadian, polisi menemukan barang bukti berupa satu golok tanpa sarung, satu linggis, satu tangga bambu, seutas tali, serta plakban bekas yang digunakan pelaku untuk melumpuhkan kedua petugas satpam itu.
"Belum diperoleh keterangan kendaraan apa yang digunakan pelaku. Kuat dugaan kawanan ini sudah lama mengamati situasi. Mereka sudah tahu dari mana harus masuk ke areal gudang," tutur Kaur Bin Ops Polres Purwakarta Inspektur Satu Sutejo.
