TANGERANG, SENIN — Hati-hati meninggalkan motor di luar pagar rumah Anda sebab pencuri sepeda motor terus mengintai untuk mengambil sepeda motor tersebut. Peristiwa ini yang masih sering terjadi di Tangerang, serta perbatasan Jakarta Barat dengan Kabupaten dan Kota Tangerang.
Berkaitan dengan tetap maraknya pencurian sepeda motor, aparat Kepolisian Sektor Teluk Naga, Kabupaten Tangerang, terus berupaya menangkap para pencurinya. Hasilnya, pada akhir pekan lalu polisi berhasil mengungkap jaringan pencuri sepeda motor yang dipimpin Hen dan menangkap tujuh orang yang terlibat dalam jaringan itu.
Ternyata jaringan dipimpin Hen, residivis yang pernah dihukum dua kali karena mencuri sepeda motor.
Kepala Polsek Teluk Naga Ajun Komisaris M Amar, pada Senin (22/12), mengatakan, jajarannya hanya perlu waktu tiga hari secara nonstop untuk menguak kasus pencurian tersebut. Polisi menangkap tujuh orang yang terdiri dari pencuri sepeda motor (pemetik), penadah, dan otak sindikat, polisi menyelamatkan 22 sepeda motor sebagai barang bukti pencurian. Sebanyak lima kunci letter T dan beberapa pelat nomor palsu disita dari kawanan ini.
"Keberadaan jaringan itu terungkap setelah ada warga Teluk Naga melapor ada sekelompok anak muda sering berkumpul di suatu tempat di wilayah tersebut, Mereka memakai sepeda motor berganti-ganti. Kami mencari tahu soal kelompok itu sampai kemudian menangkap Hen," kata Amar.
Ia lalu mengembangkan kasus tersebut secara cepat dari Jumat (19/12) hingga Minggu (21/12). "Kami bekerja cepat agar masyarakat kembali percaya kepada polisi bahwa kami serius memproses laporan masyarakat," lanjut Kepala Polsek Teluk Naga yang baru menjabat sekitar sebulan itu.
Kelompok Hen yang mengomando anggota berusia muda berumur 20 tahun hingga 30 tahun itu terdiri dari Ro, Ad, Yus, Ce, Jud, dan Fa yang menjadi penadah. Mereka biasa mencuri motor di Kota dan Kabupaten Tangerang serta wilayah Tangerang yang berbatasan dengan Jakarta Barat. Motor curian dijual ke Tanara, Tirtayasa di Banten dengan harga Rp 1 juta sampai Rp 2 juta.
