JAKARTA, SENIN - Pasangan SBY-JK dinilai gagal dalam menjalankan roda pemerintahan dan memimpin kabinetnya hingga tahun keempat pengabdian mereka kepada rakyat.
Kegagalan itu ditandai banyaknya dosa dalam berbagai sektor yang dicatat aktivis Boni Hargens dalam bukunya yang bertajuk "Trilogi Dosa Politik" yang diluncurkan hari ini, Senin (22/12), di Galery Cafe Taman Ismail Marzuki Jakarta.
Dalam buku setebal 183 halaman ini, Boni menilai pemerintahan SBY-JK gagal memenuhi janji-janji politiknya saat kampanye maupun ketika terpilih pada tahun 2004.
"Saya pikir SBY-JK bercanda. Banyak janji di awal 2004, sekarang nggak ada sama sekali yang dilakukan," tutur Boni.
Kegagalan pemerintah di bidang ekonomi tercatat ketika persentase angka kemiskinan dan pengangguran dikatakan meningkat padahal jumlahnya makin meningkat. Di tengah kondisi itu, 'kebijakan pemotongan subsidi bahan bakar minyak dikeluarkan yang justru memicu kenaikan harga kebutuhan pokok di segala lapisan masyarakat', demikian tulis Boni.
Di bidang hukum, prestasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memang menghibur namun teryata penegakan hukum dan hak asasi manusia masih sebagai retorika politik yang diujarkan Boni tanpa political will dan komitmen moral, seperti penyelesaian kasus Semaggi dan Trisakti, serta pembunuhan aktivis HAM Munir.
Sementara itu, di bidang sosial politik, pemerintahan yang tersusun dari berbagai kepentingan partai dan golongan menyulitkan presiden mengambil dikap dalam setiap kebijakan, termasuk dalam penyelesaian kasus Lapindo. Pemerintahan sekarang, menurut Boni, mengalami tirani popularitas. Pemerintah lebih ingin populer daripada memenuhi kesejahteraan rakyat.
"Kekuasaan ini sudah liar, sudah tidak lagi intelektual, dan tidak lagi disertai komitmen moral," tandas Boni.
Dalam kesempatan ini pula, Boni beserta sejumlah tokoh, seperti capres independen Rizal Ramli dan Fadjroel Rahman, pengamat ekonomi HS Dillon dan aktivis LIMA Ray Rangkuti medeklarasikan 'Blok Politik Kontra Politisi Gagal' yang menyerukan slogan "Katakan 'Tidak' Pada Politisi Gagal".
"Katakan tidak pada politik janji, katakan tidak pada politik citra, katakan tidak pada politisi gagal," demikian bunyi akhir deklarasi ini.
