JAKARTA, MINGGU - Penurunan harga BBM bersubsidi masih dimungkinkan terjadi apabila harga minyak dunia masih terus turun. “Jika ini (penurunan harga minyak mentah) terus berlangsung, sangat mungkin harga BBM bisa turun lagi," ujar Presiden Yudhoyono saat membuka acara Musyawarah Nasional V Kadin, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/12).
Dikatakannya, penurunan harga BBM bersubsidi akan meningkatkan daya beli masyarakat. "Dari penurunan harga BBM 15 Desember, pemerintah telah menurunkan biaya transportasi," katanya. Penurunan transportasi diharapkan bisa menurunkan harga kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng.
Meski demikian, Presiden meminta masyarakat membesar-besarkan masalah krisis. "Ini supaya tidak ada gangguan dalam sektor riil, sehingga daya beli masyarakat tetap meingkat," katanya.??
“Untuk menjaga daya beli rakyat, harga BBM telah kita turunkan, kami masih bekerja untuk menurunkan lagi sesaui dengan kondisi yang ada. Kita telah melangkah menurunkan tarif angkutan karena harga premium dan solar juga turun,” jelasnya.
Pada 1 Desember lalu, pemerintah telah menurunkan harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter, dan harga solar tetap pada Rp 5.500 per liter.Penurunan kedua, pada 15 Desember pemerintah menurunkan premium Rp 500 menjadi Rp 5.000 per liter. Sedangkan harga solar turun Rp 700 menjadi Rp 4.800 per liter.

