Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:34 WIB
Mandiri Fokus Himpun Dana di Dalam Negeri
Wahyu Satriani Ari Wulan | Jumat, 19 Desember 2008 | 17:29 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT - Tahun 2009 mendatang, PT Bank Mandiri Tbk akan lebih fokus untuk menghimpun dana masyarakat di dalam negeri dan mengurangi pinjaman dalam bentuk valuta asing (valas). Di samping itu, Mandiri juga akan memperbanyak fasilitas kredit dalam bentuk rupiah.

"Strategi kami akan lebih banyak menghimpun dana dari dalam negeri, mengurangi pinjaman valas, dan memperbanyak pinjaman rupiah," kata Direktur Utama Bank Mandiri Agus Martowardojo, di Jakarta, Jumat (19/12).

Strategi ini dilakukan karena jika pemberian kredit dalam bentuk valas maka pendanaannya (funding) juga berasal dari luar negeri. Agus menuturkan funding menjadi sangat mahal saat kondisi krisis keuangan global dan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing melemah seperti saat ini.

"Kalau kita kasih dalam bentuk valas dan funding-nya dari luar negeri itu mahal. Kalau dari dalam negeri saja sudah cukup mahal tetapi tidak sebegitu mahal dibandingkan dari luar negeri," tuturnya.

Saat ini dana pihak ketiga (DPK) Bank Mandiri dalam bentuk valas yang berasal dari dalam negeri mencapai 4 miliar dollar AS. Dari dana tersebut, yang disalurkan untuk kredit dalam bentuk valas mencapai 3,5 miliar dollar AS. Penyaluran ini turun dari tahun sebelumnya yang mencapai 3,8 miliar dollar AS.

Menurut Agus, penurunan tersebut terjadi karena pihaknya menyarankan agar nasabah meminjam dalam mata uang yang cenderung lemah seperti dalam rupiah.