Setiap orang memiliki "alarm" yang lebih canggih dari teknologi terkini. Ia berada dalam diri kita, namun kita hampir tidak pernah menengoknya.
Pernahkah Anda merasa si kecil sedang membutuhkan Anda, tanpa tahu persis alasannya kecuali karena timbul rasa tidak enak dalam hati? Atau mungkin Anda pernah melakukan tindakan "hanya" berdasarkan keyakinan yang mendadak muncul? Itu semua merupakan hasil dari intuisi, atau orang sering menyebutnya firasat. Dengan intuisi kita dapat melihat sesuatu yang bahkan kita tidak pernah memikirkannya sedikit pun.
Karena intuisi sulit dijabarkan, alasannya tidak jelas dan tak masuk akal, datangnya pun tidak terduga, intuisi sering diabaikan. Apalagi sekarang ini kita hidup kita dikelilingi oleh informasi. "Kita dibanjiri oleh pendapat para ahli yang ada di buku atau majalah, akibatnya kita jadi makin tak percaya pada diri sendiri," kata Michele Borba, Ed.D, penulis buku 12 Simple Secrets Real Moms Know.
Lebih-lebih lagi, suara hati makin sayup terdengar terlindas oleh suara kehidupan moderen, seperti dering telepon, e-mail, SMS, atau siaran televisi. Masyarakat moderen yang selalu mengagungkan budaya rasional dan memuja kecerdasan pikiran makin membuat intuisi makin tak mendapat tempat dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Osho, guru spiritual dari India dalam bukunya Intuition, Knowing Beyond Logic, intuisi merupakan wilayah yang sangat perempuan atau feminin. Itu sebabnya perempuan, khususnya kaum ibu lebih banyak yang memiliki ketajaman intuisi ketimbang pria. Mengapa? Sebab perempuan lebih banyak menggunakan perasaannya dan tidak terlalu mengandalkan pikirannya.
Lalu, bagaimana agar kita makin peka terhadap intuisi?
Perhatikan tanda fisik
Menurut Dr.Marcia Emery, Ph.D, penulis buku Dr.Maria Emery's Intuition Workbook, sebenarnya tubuh kita aktif memberi tanda dan informasi. Misal, jantung yang berdegub lebih kencang, sakit perut, atau napas yang pendek-pendek, bisa jadi pertanda bahwa keputusan yang Anda ambil salah.
Meditasi
Intuisi membuka pintunya melalui meditasi. Paling tidak sekali dalam sehari lepaskan diri Anda dari belitan teknologi. Matikan semua alat-alat komunikasi dan informasi, lalu duduk dan dengarkan pikiran Anda. "Anda harus menjernihkan diri dari hal-hal yang mengganggu karena pikiran intuisi kita akan terbagi bila Anda menggunakan pikiran analitik," kata Emery. Dengarkan suara hati Anda, beri tempat bagi perasaan yang memang tidak masuk akal itu.
Bukan karena takut
"Intuisi bukan sesuatu yang timbul karena rasa takut," kata Emery. Bila Anda dilanda panik, maka "perasaan" Anda mungkin bukan firasat. "Telaah kembali, seberapa sering saya merasakan perasaan ini namun tak terjadi apa-apa?" katanya. Intuisi juga tidak sama dengan perasaan sentimentil yang sebetulnya tidak punya makna apa pun.
Otak kanan
Menurut Osho, jika ingin memfungsikan intuisi, mulailah dengan lebih banyak memanfaatkan otak kanan, menghargai feminitas, lebih banyak memberikan cinta, kepasrahan, percaya, dan lebih dekat dengan sesama.

