JAKARTA, KAMIS - Tekanan inflasi 2009 mendatang diperkirakan menurun dari 11,5 persen sampai 12,5 persen di tahun 2008 menjadi 6,5 hingga 7,5 persen di tahun depan. "Penurunan inflasi ini sejalan dengan menurunnya harga komoditas," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Mulyaman D. Hadad, dalam seminar Indonesia Economic Outlook 2009, di kampus LPPI, Jakarta, Kamis (18/12).
Mulyaman mengatakan turunnya inflasi juga dipengaruhi oleh melambatnya permintaan domestik dan rencana penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) sehingga akan mengurangi tekanan di masyarakat. Selain itu, menurut Mulyaman, pelemahan rupiah yang menjadi faktor penyebab inflasi, sejauh ini dapat dikompensasi oleh rendahnya imported inflation (inflasi yang terjadi karena impor barang).
Karena pemerintah meminimalisir impor barang, maka dana keluar tidak terlalu besar. Mulyaman juga menyebut, penurunan inflasi juga disebabkan adanya pengalihan orientasi pasar ke pasar domestik.

