Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 18:49 WIB
Gitu dong...Rupiah Punya Nyali!
Josephus Primus | Rabu, 17 Desember 2008 | 17:26 WIB
|
Share:

JAKARTA, RABU - Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Rabu (17/12) sore naik 180 poin lebih besar dibanding pagi yang mencapai 150 poin, terpengaruh penurunan bunga AS oleh Federal Reserve (The Fed) yang didukung oleh aktifnya Bank Indonesia (BI) mengawasi pergerakan pasar. "Ketatnya BI mengawasi bank-bank asing di pasar, memberikan sentimen positif terhadap rupiah sehingga mata uang lokal itu bergerak naik," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta.
   
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguat menjadi Rp 10.930 dibanding hari sebelumnya yang mencapai Rp 11.100/11.150 per dollar AS atau naik 180 poin.
   
Rully mengatakan, kenaikan rupiah yang cukup besar itu diharapkan pada hari berikut bisa kembali menguat, karena kebutuhan dollar AS di pasar mulai berkurang. "Kami optimistis rupiah akan kembali menguat hingga mendekati angka Rp 10.500 per dollar AS, apabila kondisi pasar seperti ini," katanya.
   
Rupiah sebelumnya sempat terpuruk hingga mencapai Rp 12.350 per dollar AS, akibat aksi BUMN seperti Pertamina dan PLN. Kedua BUMN ini butuh dollar AS banyak untuk bayar utang yang jatuh tempo.
   
Berkurangnya tekanan pasar terhadap rupiah, menurut dia, juga  karena pemerintah telah menurunkan harga premium dan solar yang berdampak positif terhadap pasar dan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional. "Pemerintah berusaha memberikan insentif agar ekonomi bisa berjalan lebih baik tidak tergantung pasar ekspor," ucapnya.
   
Pemerintah, lanjut dia, juga telah mempersiapkan dana dari pinjaman dari lembaga asing seperti Bank Dunia, Perancis maupun Bank Pembangunan Asia untuk menjaga ekonomi tumbuh dengan baik. "Bertambahnya cadangan devisa BI sebesar dua miliar dollar AS juga memperkuat dukungan terhadap pasar uang," ujarnya
   
Selain itu pemerintah juga memperbaiki regulasi-regulasi untuk dapat menarik investor asing masuk kembali ke pasar dan menempatkan dananya baik di Surat Utang Negara (SUN) dan obligasi pemerintah. "Karena itu pergerakan rupiah akan kembali menguat melihat aktifnya pemerintah menjaga mata uang lokal itu," katanya.

 

Sumber :
Ant