Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:33 WIB
Pelempar Sepatu ke Arah Bush Dipukuli
Tri Mulyono | Rabu, 17 Desember 2008 | 09:00 WIB
|
Share:

BAGHDAD, RABU — Muntazer al-Zaidi, wartawan yang berani melempari Presiden AS George W Bush dengan sepatu, diduga kuat mengalami penyiksaan saat ditangkap dan ditahan militer Irak.

Saudara laki-laki Zaidi, Dragham, Selasa (16/12), mengatakan, Zaidi mengalami patah tangan, rusuk, dan pendarahan di dalam, di samping cedera mata.

Zaidi melempar sepatunya kepada Bush pada sebuah konferensi pers di Baghdad, Minggu (14/12), dan meneriakinya "seekor anjing". Unjuk rasa besar-besaran menuntut Zaidi dibebaskan merebak di Irak, Senin.

Dragham mengatakan kepada wartawan BBC bahwa dia yakin saudaranya dibawa ke rumah sakit militer Amerika di kota tersebut. Kantor BBC telah berusaha menghubungi pejabat keamanan senior Irak, tetapi tidak berhasil mendapatkan pernyataan.

Pahlawan

Dragham mengatakan bahwa meskipun muncul permintaan dari sejumlah pengacara, saudara laki-lakinya tidak diberikan akses, sejak Zaidi ditahan berdasarkan perintah penasihat keamanan nasional Irak, Mowaffaq al-Rubaie.

Pemerintah Irak mengatakan, pria berusia 28 tahun tersebut akan dihukum berdasarkan hukum Irak meskipun belum jelas dakwaannya.

Pengacara Irak memperkirakan, Zaidi akan didakwa melakukan penghinaan terhadap pemimpin asing dan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki yang berdiri disamping Bush saat pelemparan terjadi. Pelanggar hukum ini dapat dipenjara selama dua tahun.

Zaidi yang sebelumnya kurang dikenal tersebut bekerja untuk televisi swasta Al-Baghdadia yang bermarkas di Kairo.

Zaidi telah menjadi pahlawan bagi sebagian orang, bukan hanya di Irak, tetapi juga di dunia Arab. Banyak orang memandang tindakannya adalah salam perpisahan yang pantas bagi Presiden Amerika Serikat tersebut.

Saat melemparkan sepatunya, Zaidi juga berpekik, "Ini ciuman perpisahan dari bangsa Irak, Anjing!"

Dargham mengatakan bahwa saudaranya sengaja membeli sepatu bertali berwarna coklat gelap itu buatan Irak. Sepasang sepatu itu dibeli dari sebuah toko di kawasan belanja termana Irak di jalan Al-Khyam.

Namun, tidak semua orang di Irak mendukung aksi wartawan tersebut. Saat berbicara di Baghdad, Mouyyad al-Lami dari persatuan wartawan Irak menggambarkan aksi Zaidi itu "aneh dan tidak profesional", tetapi mendesak Maliki agar menunjukkan belas kasihan.

"Sekalipun dia telah melakukan kesalahan, pemerintah dan pengadilan berpikiran luas dan kami harapkan mereka mempertimbangkan pembebasannya karena dia punya keluarga dan masih muda," kata Al-Lami kepada kantor berita Associated Press. "Kami mengharapkan kasus ini berakhir sebelum mencapai pengadilan," ujarnya.

Sumber :