BAGHDAD, SENIN - Si ”Pelempar Sepatu” Irak, Muntazer al-Zaidi (28), dikecam sekaligus dipuji karena berani melemparkan sepatunya ke arah Presiden AS George W Bush.
Bagi Pemerintah Irak, tindakan Zaidi itu memalukan. Namun, bagi dunia Arab, tindakan itu justru ”kado perpisahan yang tepat” bagi Bush. Ratusan pengacara menawarkan bantuan mewakili Zaidi tanpa bayaran.
Bahkan, di Libya, putri Moamer Kadhafy, Aisha, akan memberikan penghargaan berupa ”medali atas keberanian” Zaidi. Sementara kelompok militan Syiah di Lebanon, Hezbollah, menyatakan Zaidi seharusnya diberi penghargaan sebagai ”pahlawan Irak”.
Presiden Venezuela Hugo Chavez pun mengaku kagum pada keberanian Zaidi. ”Untung saja sepatu Zaidi tidak mengenai Bush. Saya juga tak setuju dengan lemparan sepatu itu. Namun, keberanian Zaidi boleh juga,” kata Chavez, Senin (15/12). Chavez mengaku tersenyum lebar saat menyaksikan insiden itu melalui rekaman video di stasiun TV.
Koresponden wartawan TV Al Baghdadia di Baghdad, Muntazer al-Zaidi, tiba-tiba marah dan melemparkan sepatunya ke arah Bush ketika Bush dan Perdana Menteri Irak Nuri al-Maliki siap- siap menjawab pertanyaan wartawan di konferensi pers di kantor Maliki, Minggu malam.
Dua kali lemparan itu meleset karena Bush sigap menundukkan dan memiringkan badan. Sambil melemparkan kedua sepatunya, Zaidi memanggil Bush dengan sebutan ”you dog”.
Lemparan sepatu Zaidi itu kini ditiru di wilayah Sadr City. Ketika kendaraan militer AS lewat, banyak orang yang melemparkan sepatu mereka. ”Saya jelas mendukung Zaidi. Semua orang di Irak mendukung Zaidi. Apa tidak ingat perbuatan pasukan AS selama ini kepada rakyat Irak,” kata warga Baghdad, Seif (45).
Ketua Persatuan Wartawan di Irak Muyyad al-Lami mengakui, tindakan Zaidi itu ”aneh dan tidak profesional”. Meski demikian, organisasi itu tetap meminta Maliki membebaskan Zaidi.
Bantuan hukum
Jika terbukti bersalah telah menghina kepala negara yang berkunjung, Zaidi akan diancam hukuman penjara selama dua tahun. Mantan pengacara Saddam Hussein, Khalil al-Dulaimi, mengaku tengah membentuk tim untuk membela Zaidi. Sekitar 200 pengacara menawarkan bantuan untuk membela Zaidi tanpa dibayar.
”Hanya ini yang dapat dilakukan untuk membalas Bush, penjahat tirani yang membunuh dua juta warga di Irak dan Afganistan. Zaidi berhak melawan atas dasar fakta AS kini menduduki Irak. Bentuk dan alat perlawanan apa pun sah digunakan, termasuk sepatu,” ujarnya.
Kini Zaidi tengah ditahan Irak. Saudara laki-laki Zaidi, Durgham Zaidi, mengaku, Zaidi mengalami patah tulang pada bagian tangan. Selain itu, salah satu tulang iganya juga patah setelah ditubruk aparat keamanan Irak dan AS saat diringkus seusai melemparkan sepatunya.
Bagi keluarganya, Zaidi adalah pahlawan. Kini ketiga saudara laki-laki dan satu saudara wanita Zaidi berkumpul di rumah Zaidi. Menurut keluarganya, tindakan Zaidi itu tidak terencana. Namun, kemungkinan tindakannya itu dilatarbelakangi berbagai pengalaman tidak mengenakkan ketika ia diculik kelompok bersenjata pada November 2007.
Menurut pengakuan keluarganya, selain diculik tahun 2007, Zaidi juga pernah ditahan selama satu hari oleh tentara AS, Januari lalu. Pengalaman-pengalaman itu yang diperkirakan pihak keluarga menanamkan rasa benci pada AS, kehadiran AS di Irak, dan perlakuan mereka kepada rakyat Irak. (REUTERS/AFP/AP/LUK)
