YOGYAKARTA, SELASA — Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) terus menempatkan Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X sebagai kandidat terkuat pendamping Megawati Soekarnoputri, dalam Pemilihan Presiden 2009.
"Nama Sultan ada di rangking pertama survei internal kami, November lalu. Survei itu melibatkan kalangan internal dan eksternal partai," ujar Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDI-P Tjahjo Kumolo, di sela-sela acara grand opening Taman Pintar Yogyakarta, Selasa (16/12).
Yang dilakukan PDI-P sekarang, menurutnya, adalah melihat setiap gelagat. Ketika ditanya bagaimana sikap Sultan, apakah tertarik atau tidak, dia mengatakan, respons Sultan selalu politis. "Tapi dari nama, Megabuwono (Megawati-Sultan HB) kan bagus," ujarnya tertawa.
Yang jelas, menurut Tjahjo, hubungan Sultan dan Mega sudah seperti kakak adik. "Mbak Mega lahir di Yogya, Sultan juga. Untuk visi Indonesia ke depan, saya kira mereka sangat cocok," katanya.
"Sehingga, tinggal soal bargaining politik saja, soal gelagat politik saja. Sebab, Sultan tidak punya partai. Sultan di Golkar, tapi masih punya atasan di Golkar sehingga tidak bisa bergerak sendiri," sambungnya.
Nama-nama yang akan direkomendasikan (dari hasil survei tadi) dan disampaikan di Rakernas di Solo nanti, selain Sultan HB X, antara lain Hidayat Nur Wahid, Prabowo, dan Wiranto.
Sultan ketika diminta komentarnya seusai peresmian, hanya berujar singkat. "Belum ada proses itu, kita baru dialog," ujar Sultan.
