Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:31 WIB
Pepet Mercy, Perampok Gondol Rp 2 Miliar
| Selasa, 16 Desember 2008 | 06:01 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/Ilustrasi
ilustrasi perampok

BEKASI, SELASA — Empat bandit bersenjata api merampok uang ratusan juta rupiah dan cek senilai Rp 13 miliar dari pengendara sedan Mercedes Benz E 320 di Jalan Raya Hankam, Pondok Gede, Kota Bekasi, Senin (15/ 12) sekitar pukul 09.00. Tiga jam kemudian, perampokan juga terjadi di Bekasi Selatan dengan kerugian Rp 35,85 juta.

Perampokan di Jalan Raya Hankam, persisnya di dekat Gereja Kristen Indonesia (GKI), ini menimpa Siswanto (34) dan rekannya, Suyar (37), karyawan PT Dua Putra Perkasa—importir daging sapi Australia. Siswanto ditembak perutnya, sedangkan Suyar yang duduk di belakang kemudi selamat.

Menurut penyidik Polrestro Kota Bekasi, pagi itu Siswanto bertugas menyetor uang Rp 764 juta serta cek dan giro senilai Rp 1,3 miliar ke bank di Pasar Pondokgede. Siswanto dan Suyar berangkat dari Kantor Dua Putra di Jatirahayu—sekitar 1 km dari Pasar Pondok Gede—dengan naik sedan Mercy bernopol A 1 UE milik bosnya.

Siswanto duduk di bangku depan kiri, sementara tas berisi uang serta 17 lembar cek dan giro ditaruh di bangku belakang. Mereka melintasi Jalan Raya Hankam yang cukup ramai karena jalan tersebut merupakan jalur utama Pondokgede-Jatirahayu-Kranggan.

Di depan GKI, sekitar 0,5 km dari Pasar Pondokgede, sedan tersebut dipepet dua sepeda motor yang masing-masing dinaiki dua pria. Salah satu sepeda motor memepet dari sisi kiri. Ketika sepeda motor tersebut bersisian dengan pintu kiri depan, pria yang duduk di boncengan mencabut pistol dan menembak kaca pintu mobil Mercy hingga pecah.

Suyar pun menginjak rem. Lalu, Siswanto turun dan menghardik dua pria bersepeda motor tersebut. Menurut saksi mata, Darmasanti, penumpang Mercy dan pengendara motor sempat bersitegang. "Saya kira penumpang mobil itu berantem sama saudaranya. Tiba-tiba saya dengar bunyi tembakan dan saya melihat lelaki penumpang mobil itu memegangi perutnya yang berdarah banyak sampai akhirnya pingsan," ujar wanita warga Jalan Raya Hankam itu.

Setelah Siswanto roboh, kedua pria tersebut merampas tas berisi uang dan cek yang ada di bangku belakang. Mereka kemudian berbalik arah dan kabur ke Jatirahayu. Sebuah sepeda motor, yang juga dinaiki dua pria, ikut kabur. Ketika si pembawa pistol beraksi, sepeda motor kedua ini berada di belakang mobil Mercy.

Warga setempat lantas menolong Siswanto dan melaporkan kejadian ini kepada polisi. Siswanto pun dilarikan ke RS Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur. Hingga semalam, dia masih dalam kondisi kritis. Suharjati, bos Dua Putra Perkasa, mengaku tidak tahu apakah perampokan ini melibatkan orang dalam.

"Saya serahkan saja semuanya kepada polisi biar mereka yang menyelidikinya," ucapnya via telepon. Siswanto, kata Suharjati, termasuk karyawan yang ia percaya untuk menyetor ataupun mengambil uang di bank.

Menurut Suharjati, akibat perampokan tersebut perusahaannya mengalami kerugian tunai Rp 764 juta. Uang tersebut untuk membeli daging impor asal Australia. Selain itu, Suharhajati mengalami kerugian berupa kerusakan pada mobil Mercy E 320 miliknya. "Ini kejadian pertama bagi kami. Sebelum-sebelumnya tidak pernah," ucapnya.

"Dari informasi yang saya terima, perampokan itu terjadi ketika jalan sedang macet. Tiba-tiba mobil dipepet motor dari kanan dan kiri. Dua orang turun dari motor, salah satunya mengeluarkan senjata api. Pertama kali tembakan peringatan, lalu tembakkan kedua diarahkan ke kaca, dan yang ketiga ditembakan ke Siswanto," papar Suharjati.

Siswanto yang asal Jepara, Jawa Tengah, tinggal di mes di dekat Kantor Dua Putra di Kompleks Puri Melati Indah, Jatirahayu. Dia tinggal bersama anak dan istrinya. Siswanto sudah sekitar lima tahun bekerja di perusahaan itu, sedangkan Suyar yang asal Pemalang telah 2,5 tahun bekerja di Dua Putra.

Tabrak

Perampokan di Bekasi Selatan, sekitar pukul 12.00, juga menimpa dua karyawan yang akan menyetor uang perusahaan ke bank. Keduanya adalah Rahmat Mulyana (35) dan Harun (45), karyawan PT Trimarga Harda Satria, Pondok Ungu, Bekasi.

Dengan sepeda motor Suzuki Smash bernopol B 6645 KCW warna hitam, keduanya membawa uang Rp 35,85 juta menuju Bank Permata di Sentra Niaga Kalimalang, Bekasi. Rahmat yang mengemudikan sepeda motor tersebut menempuh rute Pondokungu-Kranji-Perumnas I-Kayuringin.

Saat melintas di Jalan Jatiraya, Kayuringin, Rahmat dan Harun ditabrak dari belakang oleh motor Yamaha RX King yang dinaiki dua pria. Motor Yamaha ini dikawal sepeda motor lain yang juga dinaiki dua pria. Akibat tabrakan tersebut Rahmat dan rekannya terpelanting ke aspal.

Para perampok lantas merebut tas berisi uang dari Harun. Mereka juga mengayun-ayunkan golok di depan Harun. Ketika Rahmat hendak menolong Harun, seorang penjahat menembak ke udara untuk menghalau Rahmat. Setelah merampas tas incarannya, para perampok kabur ke Kalimalang.

Menanggapi dua perampokan, yang memiliki beberapa kesamaan, dalam sehari di wilayah kerjanya, Kapolrestro Kota Bekasi Kombes Mas Guntur Laope mengatakan bahwa pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah aksi kejahatan. Bahkan, jumlah polisi yang dikerahkan untuk melakukan pengamanan lingkungan, termasuk masyarakat, sudah ditingkatkan.

Mas Guntur juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengumpulkan kalangan pengusaha dan minta mereka agar tidak segan-segan meminta bantuan polisi jika ingin menyetorkan uang ke bank. "Pengawalan oleh polisi minimal bisa menyurutkan niat penjahat untuk merampok mereka," ujarnya. (MUR/DED)

Sumber :
Warta Kota