
Laporan wartawan Kompas Imam Prihadiyoko
JAKARTA, MINGGU - Jemaah yang sudah menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan ibadah haji di tanah suci mulai pulang ke tanah air. Dan sejak Sabtu (13/12) kemarin, mulai tampak kesibukan di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz, Jeddah. Namun meski sudah diperingatkan sejak awal tentang berat maksimal dan jenis barang yang tidak boleh dimasukkan dalam kabin pesawat sudah disosialisasikan, namun masih saja banyak barang yang terpaksa diturunkan.
Media Center Haji Departemen Agama di Jakarta, Minggu (14/12) menyebutkan, sebelum berangkat ke Indonesia, seluruh jemaah transit di Terminal Haji Bandara Raja Abdul Aziz. Dan seperti biasa, ketika jamaah berangkat selalu ada barang-barang yang terpaksa ditinggalkan jemaah di bandara. Jemaah kelompok terbang satu asal embarkasi Banjarmasin, misalnya, terpaksa meninggalkan puluhan tas berbagai warna dan bentuk berisi botol-botol air zam zam, dan aneka suvenir di salah satu lokasi transit bandara.
Di bagian lokasi transit yang lain juga ada tumpukan puluhan tas barang bawaan jemaah kelompok terbang satu asal embarkasi Makassar, jemaah kelompok terbang satu asal embarkasi Palembang, dan jemaah kelompok terbang satu asal embarkasi Surabaya. Pihak maskapai penerbangan tidak mau mengangkut barang-barang itu karena muatan pesawat sudah penuh.
Sejak awal kedatangan jemaah di tanah suci hingga sesaat sebelum mereka pulang, pihak penerbangan dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji sudah memberitahu jemaah agar tidak terlalu banyak membawa barang-barang. Pihak penerbangan memberikan batasan, berat barang bagasi maksimal 32 kilogram per anggota jemaah, dan tas yang boleh dibawa ke kabin pesawat hanya tas tentengan yang diberikan pihak maskapai.
Walau beberapa barang jemaah terpaksa ditinggal, namun Kepala Daerah Kerja Jeddah Subakin Abdul Munthalib mengatakan PPIH masih tetap akan berusaha mengirimkan barang-barang jemaah ke embarkasi jemaah di tanah air. "Tapi kami tidak bisa memberikan jaminan," ujarnya.