JAKARTA, JUMAT — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X membantah ketidakhadirannya dalam pertemuan Gubernur se-Indonesia pada hari Kamis (11/12) kemarin karena ketidakmauannya. Ia menyatakan telah mengutus Wakil Gubernur DIY Paku Alam IX untuk menghadiri pertemuan yang dipimpin Presiden SBY.
Dalam pertemuan tersebut dikatakan bahwa Presiden menyindir para gubernur yang tidak hadir sebagai pejabat yang tidak mengutamakan kepentingan daerahnya. "Hadir kok, Wagub saya. Bukannya tidak mau. Gubernur kan juga punya pekerjaan lain," kata Sultan, Jumat (12/12).
Alasan ketidakhadiran Sultan, jelas dia, karena dirinya sudah terlebih dahulu berjanji memenuhi undangan untuk hadir di Fakultas Ilmu Budaya UI. "Di dalam surat itu kan jam 19.30, tetapi secara mendadak diubah jam 1 (13.00). Saya sudah ada janji dengan orang lain. Saya janji di FIB. Itu kan masyarakat juga, urusan rakyat juga," terang suami anggota DPD GKR Hemas itu.
Selain itu, menurut Sultan, dalam surat undangan tak ada klausul yang menyatakan harus gubernur yang hadir. "Biasanya, kalau ada undangan ada tulisan 'tidak boleh diwakili'. Lah, ini kan enggak ada," ujar Sultan.

