Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:27 WIB
Kredit Tidak Tertebus Naik Tiga Kali Lipat
Siwi Nurbiajanti | Jumat, 12 Desember 2008 | 20:28 WIB
|
Share:

TEGAL, JUMAT - Barang gadai di kantor Pegadaian Cabang Tegal yang tidak tertebus oleh pemiliknya dalam satu bulan terakhir, meningkat hingga tiga kali lipat bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Diperkirakan hal tersebut sebagai dampak krisis global, yang mengakibatkan krisis ekonomi di masyarakat.

Data dari kantor Pegadaian Cabang Tegal, Jumat (12/12), nilai barang yang dilelang pada hari tersebut mencapai Rp 113,26 juta. Dari jumlah tersebut, Rp 99,66 juta merupakan emas, sebanyak 81 potong, sedangkan Rp 13,59 juta merupakan barang gudang, seperti barang elektronika dan perlengkapan rumah tangga, sebanyak 23 potong.

Kepala Kantor Pegadaian Cabang Tegal, Andi Sutopo mengatakan, nilai lelang tersebut terbesar selama satu tahun terakhir. "Pada bulan-bulan sebelumnya, nilai lelang hanya berkisar antara Rp 25 hingga Rp 35 juta. Lelang dilakukan sebulan dua kali," ujarnya.

Menurut dia, banyaknya barang yang tidak tertebus diperkirakan akibat pengaruh krisis ekonomi yang terjadi beberapa waktu terakhir. Sebagian besar nasabah yang tidak mampu menebus yaitu ibu rumah tangga, pedagang, dan pemilik usaha. Bahkan, sejumlah nasab ah minta ditomboki atau ditalangi untuk terlebih dahulu, agar barang mereka tidak dilelang.

Selama bulan November, jumlah nasabah ibu rumah tangga yang menggadaikan barang juga meningkat hingga sekitar 15 persen, bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Pada bulan November, jumlah ibu rumah tangga yang menggadaikan barang sebanyak 1.747 orang atau sekitar 83 persen dari semua nasabah.

Jumlah barang yang digadaikan sebanyak 2.338 potong atau sekitar 85 persen dari total keseluruhan barang yang digadai, dengan nilai Rp 1,9 miliar. "Biasanya nasabah ibu rumah tangga juga terdiri dari pengusaha kecil dan menengah, serta pedagang. Sebab rata-rata yang datang ke pegadaian ibu-ibu, yang di KTP berstatus ibu rumah tangga," kata Andi.

Secara keseluruhan, nilai gadai pada bulan November mencapai Rp 2,57 miliar, dengan jumlah barang yang digadaikan 2.746 potong. Sementara hingga tanggal 11 Desember, jumlah kredit gadai di kantor Pegadaian Cabang Tegal mencapai Rp 1,14 miliar. Diperkirakan hingga akhir bulan, jumlah kredit gadai akan mencapai Rp 3 miliar.

Andi mengatakan, dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah kredit gadai tahun 2008 juga meningkat. Pada tahun 2007, nilai kredit gadai hanya Rp 20,1 miliar, sementara tahun 2008, diperkirakan nilai kredit gadai akan mencapai Rp 31,37 miliar.

Sriyati (46), warga Kelurahan Debong Kidul, Kecamatan Tegal Selatan mengatakan, jumlah barang yang dilelang hari itu memang lebih banyak bila dibandingkan biasanya. Selama ini, ia sering datang ke pegadaian saat berlangsung lelang, untuk membeli emas dan barang elektronika.