Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:27 WIB
Rupiah Ikut Terpuruk
Erlangga Djumena | Jumat, 12 Desember 2008 | 17:03 WIB
|
Share:

JAKARTA, JUMAT —  Rupiah pada Jumat (12/12) sore turun tajam di atas angka Rp 11.000 per dollar AS, tertekan oleh aktifnya pelaku pasar yang memburu dollar AS karena upaya pemerintah AS membantu industri otomotifnya belum mendapat respons Senat.

"Senat AS belum memberikan persetujuan untuk membantu sektor industri otomotif sehingga menimbulkan kekhawatiran bahwa krisis keuangan di AS akan bisa berlangsung lebih lama," kata Direktur Utama Financorpindo Nusa, Edwin Sinaga di Jakarta, Jumat.

Posisi beli berada pada Rp 11.300 per dollar AS, sedang posisi jual pada Rp 11.400 per dollar AS.

Menurut dia, permintaan dollar AS di pasar domestik cukup besar, baik individu maupun BUMN membutuhkan dollar AS untuk memenuhi kebutuhannya. BUMN, misalnya, harus membayar hutang yang sudah jatuh tempo sehingga permintaan dollar AS meningkat tajam.
    
Ia mengatakan, Bank Indonesia (BI) harus melakukan kerja sama dengan bank sentral asing untuk dapat memasok dollar ke pasar lebih banyak karena tanpa kerja sama itu BI akan kerepotan untuk mengatasi permintaan yang cenderung meningkat.

"Selain itu BI harus tetap memantau kegiatan pasar, terutama terhadap bank-bank asing yang bermain valas agar dapat dibatasi kebutuhan dollarnya," katanya.

Indonesia, menurut dia, seharusnya dapat menahan gejolak pergerakan rupiah jika melihat kinerja ekonominya yang sangat bagus meski pertumbuhan ekonominya pada tahun depan diperkirakan akan menurun. "Namun, penurunan rupiah itu juga dampak dari melemahnya mata uang utama Asia terhadap dollar AS," katanya.

Sumber :
Ant