JAKARTA, JUMAT - Gubernur Bank Indonesia Boediono mengatakan, pihaknya akan menambah amunisi untuk menjaga stabilitas rupiah. "Kita punya amunisi dan insya Allah amunisinya ditambah dalam waktu beberapa bulan ke depan ini," katanya di Jakarta, Jumat (12/12).
Namun gubernur bank sentral itu belum mau mengutarakan maksud amunisi yang akan digunakannya. Ia hanya menegaskan pihaknya akan selalu mengusahakan agar rupiah memiliki posisi yang baik guna mendukung makro ekonomi Indonesia.
"Mata uang itu kan naik turun, sesuai dengan demand (permintaan), kita tentunya akan cermati ini, intinya kita tetap mengusahakan posisi yang baik, cukup stabil pada tingkat yang sesuai yang diperlukan oleh ekonomi makro," katanya.
Sesuai dengan rezim devisa bebas, menurut dia, pihaknya tidak bisa mendikte pasar dalam menentukan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing terutama dollar AS. "Tetapi kita bisa melakukan sesuatu kalau kita selalu di pasar," katanya.
Kurs rupiah, dalam beberapa bulan ini mengalami gejolak yang tajam. Sempat bertengger di level Rp 9.000 per dollar AS pada bulan Juli akhir, namun terus melemah bahkan menembus di atas angka Rp 12.000 per dollar AS pada November 2008.
Pada akhir Juli, berdasarkan data BI, nilai kurs beli dollar Rp 9.072 sementara jual Rp 9.164. Sedangkan pada 31 Oktober 2008, kurs jual Rp 11.050 dan kurs beli Rp 10.940.
Rupiah pada akhir November rupiah sempat mencapai angka tertinggi menembus Rp 12.000 yaitu diperdagangkan Rp 12462 per dollar AS untuk jual, dan Rp 12.338 untuk beli.
Namun selama sepekan ini, rupiah mengalami penguatan. Kini rupiah menurut data BI diperdagangkan pada level Jual Rp 11.105 per dollar AS dan beli Rp 10.995 per dollar AS.
Akibat pelemahan rupiah tersebut, cadangan devisa juga mengalami tekanan karena digunakan untuk melakukan intervensi ke pasar. Sejak Juli 2008, cadangan devisa terus merosot sekitar 10 miliar dollar AS. Akhir Juli 2008, cadangan devisa mencapai 60,563 tertinggi selama 2008 ini. Agustus, cadangan devisa turun menjadi 58,358 miliar dollar.
Akhir September, kembali merosot 1,15 miliar dollar AS menjadi 57,108 miliar dolalr AS. Pada Oktober Cadangan devisa tinggal 50,580 dollar AS. Sedangkan pada November cadangan devisa kembali melorot menjadi 50,18 miliar dollar AS.
Namun menurut Gubernur Bank Indonesia Boediono, cadangan devisa angka saat ini mencapai 50,6 miliar dollar AS atau meningkat sekitar 420 juta dollar AS dibanding posisi akhir November yang mencapai 50,18 miliar dollar AS.
