Kamis, 23 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 23 Februari 2012 | 15:46 WIB
"Mereka Bicara Mega", Bicara Apa Sih?
Inggried Dwi Wedhaswary | Jumat, 12 Desember 2008 | 15:17 WIB
|
Share:

KOMPAS.COM/INGGRIED DWIWEDHASWARY
Buku testimoni tentang Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, berjudul "Mereka Bicara Mega" diluncurkan di Hotel SUltan, Jakarta, Jumat (12/12).

JAKARTA, JUMAT — Sebuah buku berisi testimoni tentang mantan Presiden Megawati diluncurkan, Jumat (12/12) siang di Hotel Sultan, Jakarta. Pendapat 38 orang dengan sejumlah latar belakang terangkum dalam sebuah buku bertitel Mereka Bicara Mega setebal 245 halaman.

Namanya testimoni, pastinya berisi hal-hal yang positif tentang sosok Ketua Umum PDI-P itu. Mereka yang memberikan testimoninya di antaranya Prabowo Subianto, Akbar Tandjung, M Amien Rais, Franz Magnis Suseno, Said Agil Siradj, WS Rendra, Sutiyoso, Ryaas Rasyid, Sukardi Rinakit, Khofifah Indar Parawansa, dan Bursah Zarnubi.

Penasaran dengan puluhan testimoni tentang putri sulung Bung Karno itu? Tentunya tak bisa dituliskan satu persatu. Beberapa kutipan itu di antaranya apa yang dituliskan oleh Prabowo Subianto. Capres Gerindra itu memandang sosok Mega sebagai orang yang tak memiliki dendam politik.

"Di kancah politik Indonesia, di zaman Orde Baru, Megawati bertahun-tahun menjadi oposisi atau penentang Pemerintahan Soeharto, dengan segala konsekuensinya. Tetapi, ketika naik ke tampuk kekuasaan, ia tak melakukan balas dendam politik," demikian kutipan testimoni Prabowo.

Salah satu pengalaman menggelitik juga dituliskan politisi Golkar Akbar Tandjung. Mantan Ketua DPR itu menyatakan pernah satu sekolah dengan Mega di SMP Cikini, Jakarta Pusat. Bahkan, saat sama-sama kursus Bahasa Inggris, Akbar berkisah pernah mengantarkan Mega pulang dari kursus.

"Artinya, kami telah menjalin hubungan silaturahim sejak masih muda," tulis Akbar.