NEW DELHI, KAMIS - Inflasi India turun ke level terendah selama tujuh bulan yang memberikan ruang lebih bagi penurunan suku bunga untuk mendorong perekonomian yang terguncang akibat serangkaian serangan di Mumbai, kata analis.
Inflasi di perekonomian terbesar ketiga di Asia itu sempat menyentuh 13 persen selama Agustus. Namun angka itu degan cepat turun karena meluasnya resesi dunia, bergugurannya harga komoditas, dan melambatnya permintaan konsumen karena anjloknya pinjaman dala negeri akibat kredit macet di seluruh dunia.
Inflasi terakhir yang berada di level saat ini terjadi pada April. Turunnya inflasi dibantu oleh anjloknya harga komoditas, seperti buah, sayur, dan biji-bijian.
Inflasi diperkirakan kembal turun ketika pemerintah pekan lalu mengumumkan penurunan harga bahan bakar. "Kami memperkirakan bank sentral India akan terus menurunkan suku bunga," kata Goldman Sachs dalam catatannya.
Bank sentral India, Sabtu, memangkas dua suku bunga utama jangka menangah untuk mendorong perekonomian, sedangpemerintah mengumumkan skema pendorong ekonomi senilai empat miliar dolar AS.
Pemerintah mengatakan paket stimulus hanya satu dari beberapa upaya pemulihan ekonomi. Berbagai lembaga resmi pemerintah India memproyeksikan pertumbuhan ekonomi antara 7-8 persen untuk setahun sampai Maret 2009, turun dari 9 persen.
Meskipun demikian, banyak ekonom memperkirakan pertumbuhan sekitar 6,8 persen tahun in dan turun menjadi 5,5 persen tahun berikutnya.
Gubernur bank sentral India Duvvuri Subbarao, Rabu, mengingatkan tahun ini akan menjadi tahun yang sulit dan tahun berikutnya mungkin lebih buruk.
