JAKARTA, KAMIS — Keinginan Rizal Ramli meminjamkan kalkulator kepada Presiden SBY, tentu bukan tanpa maksud. Apalagi keduanya kini sama-sama berniat maju sebagai calon presiden 2009. Sebagai penantang, Rizal kemudian meminta Presiden SBY untuk segera menurunkan harga BBM dalam minggu ini.
Tantangan ini ia suarakan bertepatan dengan perayaan hari jadinya yang ke-55 dalam acara syukuran di rumah pribadinya, di Jalan Madrasah, Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, Kamis (11/12).
"Saat menaikkan BBM, kalkulkatornya lancar sekali. Tetapi saat akan menurunkan BBM, kalkulatornya macet. Kalau Presiden SBY kalkulatornya macet saya bisa bantu, akan saya pinjamkan. Dan harus minggu depan BBM turun, bisa sampai 2000," tantang Rizal Ramli.
"Saya akan pinjamkan kalkulator canggih sehingga harga BBM bisa turun Rp 2.000 daripada pakai kalkulator SBY yang sering macet. Harga BBM di Indonesia sudah lebih mahal daripada di Amerika Serikat. Harga BBM di Malaysia saja, bahkan sudah diturunkan sebanyak 6 kali. Di Indonesia masak turunnya cuma Rp 500. SBY terlalu banyak hitungan politiknya," ungkapnya.
"Desember turun Rp 500. Jelang pemilu legislatif turun Rp 500. Lalu, jelang pilpres Rp 500. Kalau cuma gopek (Rp 500) rakyat bilang capee deh," sindir Rizal Ramli seraya menyatakan, SBY dianggapnya susah untuk menyenangkan hati rakyatnya sendiri, sambung Rizal Ramli.
Ia kemudian meminta kepada rakyat untuk tidak memilih calon presiden yang hanya pandai beriklan, tetapi tidak mampu bekerja. Yang dibutuhkan bangsa Indonesia sekarang ini adalah calon presiden yang bisa menyejahterakan rakyatnya, bukan hanya janji.
"Jangan percaya kalau modal logistik bisa menang. Apa iya, Indonesia dipimpin oleh orang yang hanya bisa bayar iklan? PDI-P menang saat belum punya uang. Demokrat juga begitu. Sekarang ini, sudah mulai momentum perubahan, sudah terjadi perubahan. Ada angin perubahan yang sangat kencang. Insya Allah, kita akan mengendarai angin perubahan," katanya yakin.
Dalam acara syukuran hari ulang tahunnya ini, beberapa tokoh politik hadir, antara lain, Sekjen PKNU Idham Cholied, mantan Menristek AS Hikam, mantan juru bicara Gus Dur, Adhie Massardi, serta beberapa tokoh politik lain. Acara syukuran hari ulang tahunnya itu, Rizal Ramli sekaligus memperkenalkan istrinya, Maryani. Sejak resmi menyatakan diri sebagai calon presiden, istrinya kini sudah dilarang untuk berbisnis lagi.
"Sejak resmi menjadi calon first lady, tidak boleh ada konflik bisnis dan tidak boleh dagang lagi. Kita berdua ini adalah orang yang terbiasa hidup bekerja keras. Saya yatim piatu sejak kecil dan istri saya, Maryani juga sejak usia 6 tahun sudah bekerja, sudah terbiasa susah. Dan saya yakin kita bisa merubah nasib bangsa Indonesia," ungkapnya.

