JAKARTA, KAMIS - Guna mengurangi impor avtur sebagai bahan bakar pesawat terbang di dalam negeri, PT Pertamina (Persero) memutuskan membatalkan rencana ekspor minyak tanah ke China. Minyak tanah atau kerosene produksi Pertamina yang rencananya akan diekspor selanjutnya akan diolah menjadi avtur di dalam negeri mulai akhir bulan ini.
Direktur Pengolahan PT Pertamina, Rukmi Hadihartini di sela-sela rapat dengar pendapat (RDP) antara PT Pertamina dengan Komisi VII DPR RI, di Jakarta, Kamis, mengatakan, usaha pengurangan impor avtur dan memproduksinya di dalam negeri adalah salah satu kebijakan perusahaan untuk efisiensi. Ia mengatakan, program konversi minyak tanah ke avtur merupakan produksi tambahan yang dilakukan dengan merubah komposisi teknis dua kilang pengolahan milik Pertamina sehingga dapat memproduksi avtur sebesar 25.000 barel per hari.
"Konversi minyak tanah menjadi avtur itu akan diolah di dua kilang Pertamina, yaitu Kilang Cilacap, Jawa Tengah, sebanyak 15.000 barel per hari dan di Kilang Putri Tujuh, Dumai, Provinsi Riau, sebanyak 10.000 barel per hari," ujarnya. Direktur Pengolahan PT Pertamina menjelaskan, dengan hanya mengubah komposisi teknis pabrik pengolahan untuk memproduksi avtur pada kilang di Cilacap dan Dumai, ia menegaskan tidak diperlukan biaya investasi khusus untuk itu.
Menurutnya, Avtur dan minyak tanah memang adalah produk minyak tanah yang hampir serupa. Avtur merupakan bahan bakar pesawat jet yang memiliki komposisi hampir sama dengan minyak tanah yang biasa digunakan orang banyak untuk memasak, penerangan dan lain-lain.

