Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Kebudayaan dan Permuseuman akan menggelar festival sastra internasional atau Jakarta International Literary Festival (JILFest) 2008 selama empat hari, yang akan dibuka Kamis (11/12) malam ini dan ditutup hari Minggu.
Kegiatan yang akan diikuti puluhan sastrawan mancanegara dan lokal itu dipusatkan di kawasan Kota Tua. Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov DKI Jakarta, Purba Hutapea, Kamis, mengatakan, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, akan membuka acara itu di Museum Seni Rupa dan Keramik di Jalan Pos Kota nomor 1 Jakarta Barat pukul 19.00 nanti malam.
Pembukaan akan diisi antara lain dengan acara baca puisi oleh Taufiq Ismail (Indonesia), dan Martin Jankowski (Jerman). Pada hari Jumat ada seminar tentang Sastra Indonesia dan Penerbitan Sastra di Mancanegara, serta pentas sastra yang semuanya diselenggarakan di Hotel Omni Batavia di kawasan Kota Tua. Selanjutnya, pada hari Sabtu ada acara temu sastrawan dan gelar sastra.
Pengamat dan kritikus sasta dari berbagai negara juga hadir pada festival tersebut. Berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, nama-nama seperti Katrin Bandel (Jerman), Ernst Ulrich Kratz (Inggris), Koh Young Hun (Korea) akan menjadi pembicara pada seminar bertopik Sastra Indonesia di Mata Dunia pada hari Jumat.
Selain itu ada Orhan Pamuk (pememang Nobel Sastra, Turki), Henry Chambert-Loir (Prancis), Horace Engdahl (Swedish Academy), dan Budi Darma (Indonesia) yang menjadi pembicara pada topik Politik Nobel Sastra, juga pada hari Jumat.
Pada acara temu sastrawan dan gelar sastra pada hari Sabtu akan tampil antara lain Maria Emilia Ermler dari Portugal (baca puisi, Ahmed Abdul Mooty Hezagy dari Mesir (baca puisi), Anni Sumari dari Finlandia (baca puisi), KHA Mustafa Bisri dari Indonesia (baca puisi), Ismail Guven Turan dari Turki (baca puisi), Putu Wijaya dari Indonesia (baca cerpen).

