JAKARTA, RABU-- Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono menilai penguatan rupiah yang terjadi saat ini karena ketersediaan mata uang asing terutama dollar AS semakin longgar.
"Memang supply valas mulai melonggar," kata Boediono, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (10/12).
Menanggapi pernyataan beberapa pengamat yang menyatakan bahwa penguatan rupiah yang terjadi hanya spekulasi saja. Boediono mengatakan saat ini semua pihak berpandangan bahwa supply dan demand valas sudah membaik.
"Kebijakan BI kan tujuannya saat ini untuk menyeimbangkan supplay dan demand valas serta menstabilkan rupiah," ujar Boediono.
Kurs rupiah terhadap dolar AS, sore ini melemah namun masih menunjukkan keperkasaan dengan posisi di bawah RP 11.000 setelah tadi pagi sempat menguat.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Rp 10.905 dibanding penutupan pada hari sebelumnya di level Rp 10.870 per dolar AS atau turun 35 poin.
