JAKARTA, JUMAT — Selain berencana menurunkan kembali harga premium, pemerintah juga sedang mempertimbangkan untuk menurunkan harga solar. Ini dimungkinkan setelah harga minyak dunia anjlok ke angka 43 dollar AS per barrel.
"Kami sedang melakukan penghitungan dengan cermat. Menteri Keuangan dan Menteri ESDM melihat peluang untuk menurunkan kembali premium, juga solar," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat jumpa pers tentang evaluasi pelaksanaan penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di Gedung BRI, Jakarta, Jumat (5/12).
Menurut Presiden, tujuan penurunan harga BBM itu untuk meringankan beban biaya sektor riil dan produksi, serta konsumen pengguna BBM. "Kapan berlakunya dan besarannya, itu sedang kita hitung dengan cermat," ujarnya.
Presiden menjelaskan, keputusan pemerintah ketika menaikkan harga BBM pada Juni 2008 bukan tanpa alasan. Saat itu, pemerintah terpaksa menaikkan harga BBM karena beberapa bulan sebelumnya harga minyak dunia sangat tinggi, yang juga menyebabkan inflasi meningkat.
Pada kesempatan sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, opsi penurunan kembali harga BBM akan dipertimbangkan, sesuai instruksi dari Presiden. "Tadi Presiden minta dua-duanya (premium dan solar) diturunkan. Jadi, nanti kita hitung dua-duanya. Sabar sedikit... Minggu depan ya," kata Mbak Ani, demikian ia suka dipanggil.
Adapun untuk waktu kepastiannya, menurut Ani, itu masih menunggu keputusan Presiden untuk menggelar sidang kabinet. Saat ini harga minyak dunia sekitar 43 dollar AS per barrel. Jika dibandingkan harga BBM dalam negeri, harga BBM sudah berada di atas pasar sehingga pemerintah akan mengkaji untuk diturunkan.
