JAKARTA, JUMAT — Kesediaan Sri Sultan Hamengkubuwono X untuk mengikuti konvensi capres yang diadakan Dewan Integritas Bangsa (DIB) semakin mengingar-bingarkan perpolitikan Tanah Air menjelang Pemilu 2009.
Wakil Ketua Dewan Penasihat Golkar itu sebelumnya juga sudah menyatakan bersedia dicalonkan menjadi capres meskipun hingga saat ini baru satu partai yang siap mengusungnya. Bagaimana tanggapan partai pimpinan Jusuf Kalla itu atas pertarungan di luar "kandang" yang dilakukan Sultan?
Salah satu Ketua DPP Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, mengatakan, seharusnya Sultan bersabar. Sebab, ia merupakan salah satu tokoh papan atas Golkar dan merupakan kandidat kuat capres dari partai berlambang pohon beringin itu.
"Sultan merupakan tokoh papan atas Partai Golkat dan kami sebut sebagai kandidat kuat, meskipun Pak JK paling diunggulkan. Mestinya Pak Sultan sedikit bersabar, ketimbang diusung oleh partai yang kadang namanya saya lupa, lebih baik kan dari Golkar yang sudah besar," kata Priyo di Gedung DPR, Jumat (5/12).
Priyo mengaku tak tahu apa hitung-hitungan politik Sultan maupun Ketua DPD Golkar Gorontalo Fadel Mohammad yang memutuskan ikut konvensi capres DIB. Padahal, pada Rapimnas Partai Golkar bulan Oktober lalu, nama keduanya masuk dalam sejumlah nama kandidat capres Golkar.
"Saya tidak tahu apa mereka termasuk yang tidak bersabar atau tidak pede, atau untuk menjaga sekian kaki sehingga nanti kalau tidak lolos di sini (Golkar) bisa ke situ. Itu semua adalah hitung-hitungan politik yang saya tidak tahu," ujarnya.
