Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 01:33 WIB
Nanjing, Gaya Hidup sampai Tempat Dugem
R Adhi Kusumaputra | Jumat, 5 Desember 2008 | 09:53 WIB
|
Share:

TPGIMAGES

TERKAIT:

Jangan bayangkan Nanjing hanya kota tua yang menonjolkan warisan budaya berabad-abad sebagai unggulan wisatanya. Nanjing kini benar-benar kota metropolitan. Dari tipe mal gaya hidup sampai dunia malam gemerlap yang makin hidup dan berwarna.

Di Nanjing, Anda dapat menemukan mal gaya hidup, seperti Nanjing Aqua City yang berlokasi di Jalan JianKang. Di mal ini, Anda dapat menikmati air mancur menari setiap 30 menit. Pada malam hari, suasana air mancur menari makin meriah karena di sini tampak lampu warna-warni.

Menurut Promotion Department Manager Nanjing Aqua City Mariko Toyofuku (30), atraksi air mancur menari ini baru pertama ada di mal di China, terutama untuk saat ini.

”Biasanya konsep mal-mal di Nanjing sama saja, gedung dengan dinding tertutup. Namun, konsep kami dengan Nanjing Aqua City adalah memberikan ruang publik terbuka yang relatif luas. Tipe seperti ini baru yang pertama di China,” kata Mariko, warga Fukuoka, Jepang, yang bekerja di Nanjing, China.

Hal ini tidak heran karena investor Nanjing Aqua City berasal dari Jepang. Ini merupakan kembaran dari Fukuoka Canal City yang dibangun di Fukuoka.

Sungguh menakjubkan menyaksikan atraksi air mancur menari sepanjang 100 meter di dalam mal itu. (Di Jakarta, baru ada satu mal yang memiliki atraksi air mancur menari, yaitu Grand Indonesia, tetapi tidak sebesar Nanjing Aqua City.)

Selain itu, kawasan bisnis Xinjiekou di Nanjing dengan belasan pusat perbelanjaan juga menjadi tujuan wisatawan, baik wisatawan asal China sendiri maupun wisatawan asing. Kawasan Xinjiekou sangat terkenal dan mudah dijangkau karena di bawahnya terdapat stasiun MRT atau Nanjing Metro.

Nanjing juga bukan kota tua yang tertutup. Kota ini memiliki tempat hang-out bagi para pencinta dugem (dunia gemerlap). Lokasinya di kawasan Nanjing 1912. Disebut ”Nanjing 1912” karena di kawasan ini berdiri bangunan yang dinamakan Presidential Hall, tempat Dr Sun Yat-Sen yang mendirikan Republik China pada tahun 1912.

Namun ,kini, di kawasan Nanjing 1912, kelas menengah China dan kalangan ekspatriat menghabiskan malam di sana. Klub-klub malam bertaburan di kawasan Nanjing 1912, memuaskan para penikmat dugem.

Tempat ngopi Starbucks Coffee, misalnya, ramai dikunjungi kelas menengah China dan orang-orang asing yang ada di Nanjing. Klub Blue Marlin dengan band asal Filipina dikunjungi banyak orang asing. Klub-klub lainnya dipenuhi anak-anak muda China.

Musik house mengentak-entak di kawasan Nanjing 1912 seakan menunjukkan Kota Nanjing tak pernah diam, apalagi berhenti berdenyut.

Sumber :
KOMPAS