Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 17:21 WIB
Banjir Bandung Selatan Kian Parah
IGN sawabi | Jumat, 5 Desember 2008 | 09:51 WIB
|
Share:

KOMPAS/ARUM TRESNANINGTYAS / Kompas Images
Banjir yang merendam permukiman warga di Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/12), semakin meluas ke jalan raya sehingga menyebabkan arus lalu lintas terputus. Warga terpaksa menggunakan jasa dokar dan perahu untuk menyeberang.

TERKAIT:

BANDUNG, JUMAT - Ketinggian permukaan air banjir di kawasan Bandung Selatan terus meningkat, tercatat kenaikan banjir di lokasi setinggi 30 centimeter, Jumat.
    
Akibatnya areal genangan banjir terus meluas, ruas jalan raya  yang terendam banjir juga bertambah, bahkan memutuskan arus lalu lintas di Jalan Raya Bandung - Banjaran/Majalaya tepatnya di pertigaan Kelurahan Baleendah dekat Jembatan Dayeuhkolot.

Ketinggian air di jalan raya itu sekitar 75 centimeter tidak bisa dilintasi. Akibatnya lalu lintas ke arah Bandung dan sebaliknya terpaksa dialihkan ke jalur Baleendah - Bojongsoang - Bandung.
    
Konsekuensinya, arus lalu lintas di jalur alernatif dari Jalan Buah Batu hingga Jalan Siliwangi macet sepanjang tujuh kilometer.
    
Jalan lain yang terendam adalah jalur Baleendah - Rancamanyar, Jalan Tembus Cimencrang, Jalan Raya Cisirung serta ruas jalan Mohamad Toha Bandung tepatnya di depan Metro Garment.
    
Warga dan buruh yang beraktivitas terpaksa menggunakan perahu untuk menyeberangi genangan banjir di lokasi itu. Sejumlah pabrik atau industri di Cisirung Dayeuhkolot juga meliburkan pegawainya, akibat tergenang banjir luapan Sungai Citarum dan Sungai Citepus.
    
"Banjir hari ini kian parah, ketinggian air naik sekitar 30 centimeter. Hujan semalam memang cukup deras di hulu Citarum," kata Koordinator Satgas PBA Kecamatan Dayeuhkolot, Inen Permana.
    
Ia menyebutkan, lebih 4.000 rumah warga di Desa Cangkuang Wetan, Pasawahan, Dayeuhkolot dan Cibodas terendam banjir, sebagian warga telah mengungsi ke lokasi aman.
    
Seperti di Kecamatan Dayeuhkolot, sebanyak 15 kepala keluarga mengungsi di kantor pemerintahan itu sejak Kamis kemarin. Pengungsi lainnya, kata Inen, ditampung di Posko Pengungsian di keempat desa itu.
    
"Setiap desa ada posko pengungsi, dapur umum juga sudah didirikan di sana," kata Inen.
    
Kondisi lebih parah di Kecamatan Baleendah, banjir melanda Kelurahan Baleendah, Andir, Desa Mekarsari, Bojongmalaka dan Parunghalang dengan ketinggian air berkisar 50-200 centimeter.
    
Warga sudah mengungsi sejak Rabu (4/12), sebagian lagi memilih tinggal di pinggir jalan. Namun sebagian warga masih banyak yang terjebak banjir dan terisolasi di lantai dua rumah mereka yang terendam banjir dengan ketinggian 150-200 centimeter.

Sumber :
Ant