GORONTALO, KAMIS - Ratusan rumah yang tersebar di sepanjang bantaran danau Limboto, terendam banjir selama sekitar dua bulan.
Banjir akibat meluapnya danau terbesar di Gorontalo pada musim penghujan, yang terus melanda sejak pertengahan November tersebut, sedikitnya merendam ratusan rumah di dua kelurahan, Kota Gorontalo, yakni Lekobalo dan Dembe II.
Darwin Ibrahim (54), salah seorang korban banjir di Kelurahan Lekobalo, mengungkapkan, akibat musibah tersebut, warga lainnya yang menjadi korban, terpaksa meninggalkan rumahnya yang tergenang air hingga pinggang orang dewasa, dan mengungsi pada rumah sanak keluarganya yang lebih aman.
Sedang sebagian besar warga setempat, yang tidak mempunyai kerabat terdekat, terpaksa menginap di posko-posko pengungsian yang dibangun secara swadaya.
"Sampai saat ini belum ada satupun bantuan kami terima dari pemerintah daerah, meski sudah dilanda banjir selama kurang lebih dua bulan lamanya.
Sedang di Kelurahan Dembe I, yang bersebelahan dengan kelurahan Lekobalo, ratusan warga juga terpaksa mengungsi di sejumlah posko, serta kerabat terdekatnya.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari kantor kelurahan setempat, hingga kini tercatat 280 Kepala keluarga, atau 944 jiwa, yang menjadi korban banjir di wilayah itu.
"Mereka tersebar di sembilan RW, dan jumlah itu bisa saja bertambah, mengingat hujan yang masih kerap turun, hingga menambah luas genangan air di pemukiman warga,? Kata Lurah setempat, Sutami Suratinoyo.
Sebagian besar warga setempat, mengaku terakhir kalinya menerima bantuan dari pemerintah daerah setempat, pada satu bulan yang lalu, berupa beras untuk masing-masing KK sebanyak empat liter dan mie instan.
"Padahal sudah sejak satu bulan lamanya, warga di sini kehilangan mata pencariannya akibat banjir," Ungkap Ibrahim, salah seorang warga setempat.
