JAKARTA, KAMIS — Selama empat hari sejak harga premium diumumkan turun Rp 500 per 1 Desember 2008, beberapa stasiun pengisian bahan bakar untuk umum atau SPBU di Jakarta tersendat pasokan BBM.
Beberapa SPBU ini sempat mengalami kekosongan stok. Menurut Supervisor SPBU 34.10.201, Pejompongan, Maryono (46), ketersendatan pengiriman bahan bakar minyak (BBM) sudah biasa terjadi, bila terjadi pengumuman harga baru dari pemerintah.
"Kejadian tersendatnya pasokan BBM seperti ini sudah biasa terjadi. Enggak peduli harga BBM naik atau turun, pasokan pasti tersendat," ujarnya di Jakarta, Kamis (4/12).
Maryono mengatakan, SPBU yang beralamat di Jalan Penjernihan I, Pejompongan, Jakarta Pusat, tersebut juga mengalami ketersendatan pasokan dari Depo Pengisian BBM Plumpang, Jakarta Utara.
"Ini aja baru kembali mengoperasikan pengisian premium karena kiriman premium baru datang pukul 10.30. Padahal, stok premium sudah habis sejak pukul 12 siang kemarin," jelas pria asal Solo ini.
Akibatnya, SPBU tersebut sempat menutup pelayanan pengisian premiumnya. "Premium yang dikirim hari ini merupakan sisa pesanan hari sebelumnya karena pada Senin kami pesan sebanyak 64 ribu liter pada Depo Plumpang, tapi pada Selasa hanya di kirim sebanyak 32 ribu liter. Sedangkan 32 ribu liter sisanya baru dikirim hari ini," terang Maryono.
Hal senada diungkapkan oleh A Ikhsanudin (24), Supervisor SPBU 34.11.405 yang beralamat di Jalan Palmerah Utara Raya nomor 88, Jakarta Barat, pihaknya juga mengalami ketersendatan dalam pengiriman pasokan premium.
"Kami sudah menghubungi beberapa kali Depo Plumpang, dan sudah ditanggapi pihak Plumpang. Namun, kenyataannya sampai saat ini kiriman premium belum juga datang," ungkap Ikhsan.
Di SPBU 34.12.205 Palmerah Barat, Jakarta Selatan, pasokan premium malah sudah habis sejak Rabu (3/12), dan sampai sekarang belum mendapat pasokan dari Depo Plumpang. "Padahal, kami juga sudah menghubungi beberapa kali kepada pihak Depo Plumpang, tetapi sampai saat ini belum dikirim," beber Samarih (48), salah satu operator di SPBU 34.12.205.
Baik Maryono maupun Ikhsan mengungkapkan, bila sampai sore hari ini mereka masih belum mendapatkan pasokan premium dari Depo Plumpang, dipastikan kedua SPBU tersebut tidak akan dapat melayani pembeli, seperti yang dialami oleh SPBU 34.12.205.
"Saya prediksi bila premium belum dikirim sampai pukul 17.00 WIB dan 18.00 WIB, kami tidak akan bisa melayani pembeli lagi. Saat ini stok premium di SPBU kami tinggal 8.000 liter," kata Ikhsan.
