Minggu, 27 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 27 Mei 2012 | 16:46 WIB
Tak Ada PHK asal Pemerintah Jamin Utang Pengusaha
Hans Henricus B | Kamis, 4 Desember 2008 | 10:07 WIB
|
Share:

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA
Perajin mebel sedang menyelesaikan proses pembuatan meja di Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (22/10). Setahun terakhir, produksi mebel untuk ekspor menurun 30 persen. Perajin khawatir krisis finansial global berdampak negatif terhadap pasar mebel.

TERKAIT:

JAKARTA, KAMIS — Asosiasi Industri Mebel Indonesia (Asmindo) berjanji tidak ada PHK oleh pengusaha yang tergabung dalam asosiasi tersebut asalkan pemerintah bisa menjamin pengusaha yang terimbas krisis finansial global mendapat penjadwalan pelunasan utang apabila tahun depan bank menyatakan perusahaannya mengalami kredit macet.

Pengusaha terpaksa meminta jaminan pemerintah agar upaya mereka mencari negara baru selain Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor (diversifikasi pasar) produk mebel Indonesia tidak terganggu. Padahal, selama ini sekitar 30 persen produk mebel Indonesia mengalir ke Amerika Serikat. Hanya, setelah krisis finansial menerpa, Amerika Serikat mulai membatasi produk impor. Walhasil, ekspor produk mebel Indonesia ke Negeri Paman Sam itu melorot.

Asmindo memperkirakan, gelombang penundaan permintaan produk mebel Indonesia ke Amerika Serikat bakal melonjak sepanjang 2009. "Lantaran ada penundaan order itu cash flow pengusaha bakal terhambat, akhirnya muncul masalah antara pengusaha dan bank," ujar Ketua Umum Asmindo Ambar Tjahyono seusai bertemu Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Rabu (3/12).

Makanya, kata Ambar, selama masa pencarian negara baru tujuan ekspor, para pengusaha yang tergabung dalam Asmindo meminta tidak ada akuisisi dari pihak bank lantaran masalah kredit macet. Pengusaha memperkirakan, masa penjajakan pasar itu berlangsung selama delapan bulan sampai satu tahun. "Kami ingin perusahaan yang kena kredit macet bisa diselamatkan selama diversifikasi market, kalau ada akuisisi dari bank, akan ada PHK," imbuhnya

Ambar menjelaskan, mulai tahun depan pengusaha mebel yang tergabung dalam Asmindo mulai menjajaki negara baru sebagai tujuan eskpor. Masa penjajakan pasar itu diperkirakan berlangsung selama 8 bulan sampai 1 tahun. Targetnya adalah, Rusia dan negara-negara Eropa Timur, negara-negara Amerika Latin, dan Timur Tengah. "Langkah ini untuk menyelamatkan cash flow perusahaan sekaligus mencegah PHK," kata Ambar.

Yang jelas, Asmindo memperkirakan potensi kerugian terhadap ekspor produk mebel Indonesia ke Amerika Serikat lantaran penundaan order sepanjang tahun 2009 bisa mencapai  150 juta dollar AS sampai 250 juta dollar AS. Sedangkan, sampai dengan akhir tahun 2008 Asmindo memperkirakan nilai ekspor produk mebel Indonesia bisa mencapai 2,6 miliar dollar AS.

Selain meminta jaminan pemerintah untuk menyelematkan industri mebel yang bakal mengalami kredit macet, Asmindo juga meminta pemerintah mendukung penggunaan produk-produk mebel dalam negeri. Langkah itu penting untuk mendongkrak pasar produk mebel di dalam negeri sekaligus membatasi impor bahan baku produk mebel, "Pakailah produk mebel dalam negeri sehingga membantu pengusaha mengantispasi penundaan order," pinta Ambar

Sementara itu, Wapres Jusuf Kalla mengaku terkejut dengan laporan Asmindo tersebut. Wapres berjanji untuk mempelajari masukan Asmindo. "Pemerintah akan pelajari permintaan Asmindo," ujar Kalla seperti dikutip dari Ambar.

Sumber :
KONTAN